Sejarah Kapal Penhajah Yang di kutuk Oleh Sang Raja, Menjadi Pulau Ular.

JATIMAKTUAL,- Obyek Pariwisata Pulau Ular Adalah Syurga Dunia yang tersembunyi, mungkin kata itulah yang cocok untuk mengungkap keberadaan Pulau Ular yang terletak di Desa Pai Kecamatan Wera Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat, Pulau ini huni oleh Ribuan Ular yang jinak dan Ramah membuat Pulau ini disebut sebagai pulau terunik sekaligus aneh di mata para Wisatawan, menurut para Ilmuan yang pernah berkunjung ke Pulau Ular, sebetulnya Ular yang berada di Pulau Tersebut merupakan Ular yang dikenal ganas dan berbisa serta mematikan, tapi Aneh menjadi ramah dan tak sedikitpun mengganggu para pengunjung, malah pengunjung dibuatnya aman dan nyaman, Tidak hanya itu, Pulau ini menyimpan sejuta sejarah pada masa kejayaan kerajaan Sang bima, (Raja pertama bima yang di ambil namanya menjadi nama Daerah Bima), Dari kisah inilah yang menjadi nilai history yang logika kita tidak akan percaya dengan keramatnya Pulau ini.

Di kisahkan Pada Zaman Kepemimpinan Raja Indra Kumala, terjadi peperangan antara Kerajaan Bima dengan Kerajaan Flores, dalam peperangan tersebut kerajaan Bima berhasil menaklukan kerajaan Flores, Akhirnya seluruh wilayah dan peraturan kerajaan Flores di pegang penuh oleh kerajaan Bima, Setelah sekian tahun tunduk dan takluk pada pemerintahan kerajaan Bima, Kerajaan Flores membangun kembali kekuatan pasukannya dan berniat untuk membebaskan wilayah kerajaannya dari semua aturan kerajaan Bima. Guna untuk meluruskan niatnya tersebut, kerajaan Flores melakukan perjanjian kerjasama dengan pemerintahan Belanda, dengan syarat kerajaan Flores harus membayar upeti kepada pemerintahan Belanda dan seluruh hasil SDA (Sumber Daya Alam), harus di jual kepada Pedagang Belanda. Namun rencana pemberontakan dan perjanjian kerja sama antara Kerajaan Flores dengan pemerintahan Belanda di ketahui oleh Kerajaan Bima melalui Kabar dari mata-mata yang di kirim khusus oleh Kerajaan Bima, Karena melihat kejanggalan aktivitas pemerintahan Belanda terjadi pada wilayah Flores, Mendengar berita yang di sampaikan oleh mata-mata tersebut, Raja Bima (Indra Kumala), kemudian Mempersiapkan pasukan perang guna untuk menghacurkan bibit-bibit Pemberontak bersama antek-antek Belandanya.

Setelah pasukan Kerajaan Bima siap, Mereka menghadang musuh yang ingin melakukan pemberontakan di Wilayah Timur Kabupaten Bima (Wera dan Sape), Terjadilah perang yang Dahsyat, Pasukan Kerajaan Bima berhasil menaklukan musuh dan menggiring semua tahanannya ke sebuah Pulau, Pulau yang saat ini dikenal dengan nama Gili banta (Giling bantai), untuk di hukum mati, menggiling semua tahanan kemudian di bantai. itulah Sejarah Asal muasal nama Pulau Gili Banta (giling Bantai), Sementara kapal Yang memuat Raja Flores dan para Petinggi Pemerintahan Belanda di tawan/tahan oleh pasukan armada Kerajaan Bima. Kemudian Raja Bima dengan Kemurkaannya Mengutuk seluruh Awak kapal dan Raja Flores beserta para petinggi Belanda menjadi Hewan melata (Ular) dan Kapal nya menjadi Batu yang membentuk sebuah Pulau, dan Tiang kapal tersebut menjadi pohon Kamboja yang sampai sekarang masih hidup dan tidak pernah tumbuh besar, Karena batu besar yang membentuk Pulau tersebut berpenghuni Ular, Akhirnya Masyarakat setempat menyebutnya Nisa (Pulau Ular), Namun demikian, tidak banyak banyak yang tahu tentang sejarah pulau ular, bahkan Pulau Ular masih banyak tidak tersentuh oleh para wisatawan, hal itu disebabkan karna akses transportasi selama ini yang cukup memprihatinkan, dan Walau kini Akses Jalan sudah di Hotmix.

Pewarta : Gumilar
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment