Rawat Keutuhan NKRI, SBA, Bersma Para Alim Ulama, dan 1000 Jamah Gelar Sholawat Akbar

JATIMAKTUAL, JEMBER,- Banyak cara dan ragam dalam menjaga keutuhan NKRI, salah satunya Shollawat Akbar dalam merawat kebhinikaan sepeti yang telah dilaksanakan oleh Syaiful Bahri Ansori bersama para Alim Ulama beserta 1000 jamah, Minggu (8/10/2017) di Pondok Pesantren Al-Amin desa Sabrang kecamatan Ambulu Jember.

"Merawat kebinekaan harus belajar dari tradisi pesantren, karena Pesantren lah salah satunya yang sampai saat ini konsisten menjaga ke utuhan NKRI". Kata Syaiful Bahri Ansori, DPR-RI Komisi I bidang Intelejen dan pertahanan
Soal hal-hal yang sifatnya furu'iyah, lanjut Syaiful, pendapat soal fiqih yang sering berbeda pandangan antar mujahid tanpa hal yang mendasar (ushuliyah) pasti memiliki kesamaan. 

"Begitu juga dalam konteks kebangsaan. kebinekaan adalah hal yang tadak terhindarkan mulai sejak awal negara ini berdiri setelah diproklamirkan oleh para Founding Fathers   ".Ucapnya

Selain itu Syaiful menjelaskan bahwa yang berasal dari suku, agama, budaya dan ras yang berbeda namun bisa disatukan dalam ideologi Pancasila didalam bingkai NKRI, maka oleh karenanya bangsa Indonsaia dapat hidup rukun dan bersama-sama dalam menjalani hidup dalam berbangsa dan bernegara walau terdapat perbedaan keyakinan beragama.

Selain itu Dr. Ismail Cawidu, Derjen kementria komunikasi dan informasi juga menambahkan, bahwa dalam menjaga ke utuhan NKRI hendaknya ritual shalawat selain bermunajat dan bertawasul pada gusti Nabi Mohammad SAW, juga menjadi media dalam menyampaikan informasi pesan-pesan moral dan informasi nilai dasar pada jamaah berupa nilai-nilai ke-Indonesian dalam menjaga dan merawat ke-Bhinikaan bangsa ini.

Tidak hanya itu, lanjut Ismail, dalam islam ada istilah "Hablum Minannas", istilah ini sejatinya sebagai umat muslim senantiasa menjaga keharmonisan melalui sikap Tawasut, Tasamu dan Taadhul toleransi, persaman derajat, dan kemerdekaan merupakan nilai-nilai luruh yang harus di amalkan dalam menjaga ke utuhan NKRI," pungkanya.

Pewarta : Bahrullah
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment