Lagi Lagi PKL Diobok Obok Dilarang Berjualan oleh Pemkab Pamekasan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Dalam sebulan ini para Pedagang Kaki Lima (PKL) Kab. Pamekasan, khususnya di Areal Monumen Arek Lancor Pamekasan mendapat perlakuan tak elok dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Pamekasan. Pasalnya, tak sampai satu bulan lamanya para PKL Pamekasan diresahkan dengan adanya Jalan Jalan Santai (JJS) (15/10) yang kabarnya tak dapat berjualan di Areal Monumen Arek Lancor Pamekasan.

Rupanya kini, para PKL juga dihebohkan dan diresahkan dengan adanya layangan surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan kepada para PKL. Dalam suratnya tertulis juga melarang PKL untuk tak berjualan di tempat yang sama, berdalih dengan adanya Pengajian Akbar Hari Santri 2017, Rabu (25/10/2017).

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, melalui surat layangan dari Sekda Pamekasan menjelaskan, bahwa kegiatan Pengajian Akbar Hari Santri 2017 ini akan di selenggarakan pada tanggal 25 Oktober 2017 (nanti malam), yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB.

Mohtar selaku salah satu PKL Areal Monumen Arek Lancor mengatakan, bahwa pihaknya sangat kecewa atas tindakan dan kesewenangan Pemkab Pamekasan terhadap para PKL Arek Lancor.

"Kami sangat kecewa atas tindakan yang dilakukan Pemkab kepada para PKL Arek Lancor ini, padahal Pengajian Akbar Hari Santri ini cuma acara kecil, masak seluruh PKL tak di perbolehkan berjualan. Padahal, acara JJS yang besar itu kami tetep masih bisa berjualan meski ada surat pemberitahuan tak boleh berjualan," ucapnya.

"Padahal, acara Pengajian Akbar Hari Santri ini merupakan sebuah kebanggan dan keuntungan bagi kami semua para PKL. Mengapa demikian, karena otomatis penghasilan yang kami peroleh lebih banyak dengan adanya acara ini," jelasnya.

"Lantas, ketika kami semua dilarang berjualan, peserta yang mengikuti Pengajian Akbar Hari Santri ini mau menyia-nyiakan kami, dengan membeli minuman di toko-toko besar," paparnya.

"Kami harap nanti malem tetap bisa berjualan seperti acara JJS kemaren itu, dan kedepannya, jika hanya acara kecil seperti ini, jangan larang kami untuk berjualan, karena kami mencari nafkah melalui ini," harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, masih belom konfirmasi kepada pihak terkait. Namun, surat layangan dari Plt. Sekda Pamekasan sudah mulai disebar luaskan oleh Satpol PP.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment