KH. Kholilurrahman Beri Solusi Cerdas Terhadap PKL Pamekasan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Sulitnya para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mendapatkan teman curhatnya untuk bisa menyampaikan aspirasinya atas ketidak pedulian Pemerintah Daerah terhadapnya yang membuat kebingungan entah kepada siapa orang tepat untuk menerima curhatan itu.

Nampaknya, dari salah satu perwakilan PKL Area Monumen Arek Lancor Pamekasan itu memilih teman curhatnya dari sosok figur bakal calon bupati (bacabup) Pamekasan 2018 mendatang, yakni kepada KH. Kholilurrahman.

Mohtar perwakilan PKL Area Monumen Arek Lancor Pamekasan menyampaikan, bahwa pihaknya mendatangi kediaman KH. Kholilurrahman hanya ingin menyampaikan aspirasi teman-teman PKLnya, yang saat ini seolah diterlantarkan nasibnya oleh Pemerintah Daerah.

"Kami kasini yang pertama silaturrahim sama Pak Kyai, sedangkan yang kedua, kami menyampaikan aspirasi teman-teman PKL Arek Lancor kepada Pak Kyai KH. Kholilurrahman bagaimana nasib kami kedepannya, karena saat ini keadaan kami seolah terombang-ambing oleh Pemerintah," ucapnya kepada jatimaktual.com di kediaman KH. Kholilurrahman sekitar pukul 23.20 WIB.

KH. Kholilurrahman dalam menanggapi sebuah aspirasi para PKL Area Monumen Arek Lancor mengatakan, bahwa pihaknya akan selalu mendukung dan membantunya jika hal tersebut berdampak positif kedepannya bagi mereka.

"Kita harus sepakat dulu, berangkat dari filosofi saya, karena saya mempunyai filosofi, jangan pernah membangun negara dengan mencekik orang miskin, tapi bangunlah negara dengan memperdaya orang miskin, sehingga ketika orang miskin itu berdaya, maka orang miskin itu akan terangkat ekonominya, maka mereka akan mempunyai kesadaran untuk berpartisipasi," ucapnya.

"Sehingga demikian para PKL tidak  boleh dibiarkan kehidupannya terombang-ambing, jadi bukan hanya bisa mencegah PKL jangan berjualan disini, jadi harus ada solusi, solusi yang kreatif dan solusi yang cerdas," paparnya.

"Misalnya direlokasi, tapi direlokasi di tempat yang memang layak, kalok tempatnya gelap ya bagaimana melengkapi sarprasnya, sarana dan prasarana dilengkapi, penerangan dan tempat parkir juga harus dilengkapi, jadi lokasi yang baru menjanjikan," ujarnya.

"Terkadang PKL tidak mau direlokasi karena pemerintah tidak mau bertanggung jawab, hanya bisa memindahkannya saja tidak bisa membuat suasana disitu tidak menyenangkan, ramai dan mempunyai maghnet,' tambahnya.

Pihaknya pun berharap, "Saya menginginkan atau mengusulkan kepada pemerintah, minimal ada dua tempat untuk para PKL, istilahnya dipetak-petak ada yang bagian selatan dan bagian utara, seperti di Eks. Stasiun PJKA Pamekasan dan di Jelbuten, karena ketika di gabungkan otomatis gak mungkin," harapnya.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment