IR.HJ.MARIANA HARAHAP MBA, CORPORATE BUSINESS MEETING WITH KADIN INDONESIAN-QATAR-KUWAIT BUSINESS COUNSIL.

JATIMAKTUAL, JAKARTA,- Ir.Hj.Mariana Harahap MBA di Menteng Rabu, (27/09/2017) menghadiri Undangan Pengurus DPP Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia membahas Draft MOU Pembentukan Dewan Bisnis (Business Council) RI-Qatar dengan Kadin Qatar.

Ir.Hj.Mariana Harahap MBA menambahkan bahwa pada pertemuan Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dengan Ketua Kadin, Rosan P. Roeslani yang didampingi oleh Ketua Kadin Komite Timur Tengah dan Negara OKI dan Direktur Eksekutif KADIN, Rahardjo Jamtomo, untuk membuat MoU tersebut akan menjadi payung guna menjembatani komunikasi antara kamar dagang dan pelaku usaha kedua negara dalam rangka meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan.

Selain itu Mariana menkharapkan MoU tersebut dapat ditandatangani pada saat kunjungan kehormatan Emir Qatar, H.H. Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ke Jakarta, Demikian Informasi yang disampaikan Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan bersahabat dengan Ketua Kadin dibahas pula potensi ekonomi dan perdagangan RI-Qatar serta peluang tenaga kerja khususnya untuk tenaga trampil dan semi trampil.  Rosan P. Roeslani memperkirakan kunjungan Kadin akan dilaksanakan pada Oktober 2017.

Dalam kesempatan itu, Dubes Sidehabi menyampaikan hasil kunjungan Presiden RI ke Qatar antara lain penandatanganan tiga kerjasama di bidang Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Dinas dan Khusus; Pembentukan Joint Investment Company RI-Qatar senilai USD 1 Milyar; Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Combined Cycle Berbahan Bakar Gas Alam dengan investasi sebesar USD 700 juta untuk daya 2 x 250 MW di kawasan Belawan, Sumatra Utara.

Dubes Sidehabi mengharapkan peran dan kontribusi Kadin dalam meningkatkan kerjasama antara pelaku usaha RI-Qatar.

Dubes kelahiran Sengkangwajo, Sulsel menjelaskan pelaku usaha Indonesia kiranya memanfaatkan kebijakan “look east policy” Qatar yang memfokuskan pada negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Mantan angota DPR tersebut menambahkan kebijakan tersebut dilaksanakan dalam rangka diversifikasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan terhadap produk migas yang menjadi sumber utama devisa Qatar.

Dubes yang juga mantan pilot F-16 itu mengharapkan adanya sinergi antara KBRI Doha dan Kadin dalam melakukan penetrasi pasar. Diutarakan pula kiat-kiat dan rekomendasi guna merambah peluang usaha serta upaya menarik investasi Qatar ke Indonesia. Untuk itu diperlukan langkah kongkrit agar potensi perdagangan dapat dimaksimalkan.

Terkait dengan rencana kunjungan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ke Indonesia, meski waktunya belum ditentukan, namun ketika menyerahkan surat kepercayaan, Emir Qatar menjanjikan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden RI guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Emir masih akan mencari waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan tersebut.

Guna mengantisipasi kunjungan tersebut, KBRI Doha tengah mempersiapkan berbagai perjanjian kerjasama guna memaksimalkan kunjungan kenegaraan Emir antara lain draft MoU Kerjasama Gas dan Minyak, MoU Kerjasama Pertanian, MoU Angkutan Udara, MoU Perlindungan TKI  dan MoU Perjanjian Bebas Visa.

Kontributor : Gumilar
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment