HALAQOH LINTAS GENERASI PC PMII BANYUWANGI

JATIMAKTUAL, BANYUANGI,- Halaqoh lintas generasi yang diadakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  Banyuwangi masa khidmat 2017/2018 kemarin bertempat di LP Ma’arif Srono Banyuwangi, dihadiri oleh beberapa senior yang berada dalam struktural majelis Pembina Cabang Banyuwangi yang diwakili oleh KH. Yusuf Nur Iskandar, dan juga ketua IKA-PMII Banyuwangi selaku pembicara dalam agenda terebut,  serta beberapa kader dan anggota disetiap komisariat dan rayon-pun juga terlihat dalam agenda pra pelantikan Pengurus Cabang PMII Banyuwangi kemarin (10/23).

Puri indra selaku mandataris konvercab XX Banyuwangi berharap dengan adanya acara halaqoh Lintas Generasi dapat mempererat tali silaturrahmi antara pengurus cabang dengan alumni, khususnya dengan Ika-PMII Banyuwangi, selain itu, juga bertujuan agar mampu bersinergitas antara kader, sampai dengan alumni untuk mewujudkan kaderisasi PMII Banyuwangi yang lebih baik lagi “harapannya untuk satu tahun kedepan, agar hubungan antara kepengurusan cabang dengan para kader di lingkup komisariat sampai rayon mampu berjalan beriringan, serta demi menjaga stabilitas silaturrahim antara cabang PMII Banyuwangi dengan para alumni“.

Dimulai sejak pukul 08.00 WIB, acara halaqoh kemudian di buka langsung oleh Sahabat Samsul, selaku ketua IKA-PMII Banyuwangi, beliau mengapresiasi dengan adanya forum yang memberikan sebuah kesempatan untuk sahabat- sahabat yang umumnya sudah purna dari stuktural PMII dapat berkumpul kembali dan berbagi pengalaman bersama pengurus yang akan dilantik pada bulan yang akan datang (11/04), “saya sangat mengapresiasi kepada sahabat-sahabati, khususnya kepada sahabati Puri selaku mandataris Konvercab XX, karna telah menyediakan ruang untuk sahabat-sahabat yang sudah bisa dikat, sehingga bisa dikatakan purna dalam dunia pergerakan, bertemu dan berbagi pengalaman tentang proses dan perjalanan masing-masing dari kami di PMII”, yang kemudian dilanjutkan membuka acara Halaqoh lintas generasi dengan tema Urgensi Kader PMII dalam menyongsong pesta demokrasi, yang bertempat di Aula LP Ma’arif Srono Banyuwangi.

Bapak Mohammad hasyim kader PMII tahun 1980 an mengawali membuka acara diantara beberapa alumni, dalam memberikan kesan dan pesannya selama beberapa tahun berproses di PMII. Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember yang saat ini menjadi Institut Agama Islam Negeri Jember ini mengatakan, “PMII Banyuwangi jika ingin maju dan ingin berkembang harus melakukan pola kaderisasi yang baik dan tepat”, beliau menekankan agar dalam berorganisasi harus istikomah dan melakukan konsolidasi organisasi, “Istikomah dalam menjaga tradisi organisasi dan melakukan pola kaderisasi yang baik serta melakukan konsolidasi internal baik sesama pengurus, konsolidasi sesama kader, konsolidasi secara eksternal dengan orang-orang selain PMII untuk kepentingan-kepentingan perjuangan dan pergerakan PMII, merupakan konsesi suksesi dalam mengembangkan organisasi“. Apresiasi juga beliau berikan kepada ketua terpilih dan kepengurusan karna telah mengadakan acara sebelum dilantik dengan membentuk tim transisi dalam menyiapkan segalanya.
Dilanjutkan dengan barisan generasi muda yang diwakili oleh Sahabat Muansin, sahabat yang pernah menjabat ketua umum PMII Cabang Jember tersebut menyebutkan bahwa kita semua dibentuk oleh kelompok-kelompok kecil sehingga bisa menjadi besar,” Kita tidak boleh menghilangkan tradisi organisasi, diskusi, adu persepsi, karna dimulai dari kelompok-kelompok kecil pada waktu kita diskusi di rayon, komisariat dengan hanya 4 – 5 orang pun tetap jalan, hingga beberapa dalam berdiskusi, dan kita bisa menjadi besar dibentuk dari kelompok-kelompok tadi”.

Alumni IAIN Jember tersebut menambahkan, sebagai kader milenial dijaman sekarang ini, harus selektif dan kreatif dalam menggunakan media dan jangan sampai menghilangkan tradisi yang tadi hilang, tidak harus dengan format yang sama ,tapi bisa pula dengan pola yang berbeda, lakukan formulasi-formulasi yang baru, ini merupakan tantangan dalam menumbuhkan spririt mengembangkan kapasitas diri kader, mempunyai banyak jaringan , dengan prestasi akademis yang gemilang, serta keistikomahan dalam organisasi tadi, maka disaat berada di tengah-tengah masyarakat natinya akan menemukan manfaat ber-PMII.

“Semangat berjuang dalam berorganisasi tidak bisa diukur dan dihargai dengan material, namun setelah nanti berada di masyarakat, proses yang telah kita lakukan di organisasi akan kelihatan dan sangat membantu dalam peran sosial kita nantiya. Bagaimana orang melihat kita, bukan hanya dilihat dari segi kelemahannya, tetapi dilihat juga kelebihannya, maka perlu dipupuk sejak awal dilatih sejak dini, melatih diri dalam organisasi,” tambahnya.

Menkonsolidasikan antara komisariat dan cabang, merupakan tugas pokok utama untuk menjaga stabilitas PMII kedepan di setiap level tingkatan kepengurusan khususnya di tingkatan Cabang Banyuwangi hari ini. Proses kaderisasi itu akan berbeda dari generasi ke generasi, akan tetapi satu hal yang perlu diingat bahwa PMII secara ideologi harus bisa dikelola oleh sahabat-sahabat sendiri, bagaimana nantinya PMII mampu menjawab tantangan zaman, dan lebih kreatif menyediakan media terhadap sahabat-sahabat hari ini dalam mengembangkan potensi-potensinya, (10/23).

Penulis.  : Faizal Lenggi
Editor : Robith Haris Syauqi
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment