DUGAAN ADANYA INDIKASI TERHADAP PENGERJAAN PROYEK PEDISTRIAN PT.NI YANG DAPAT MENGAKIBATKAN KERUGIAN NEGARA

JATIMAKTUAL, - Paket pekerjaan pedestrian dimenangkan oleh P.T Nasrip Indonesia berlokasi 3 titik, berada tak jauh dari tempat yang dikerjakan yaitu Manyar. Berdasarkan pantauan awak media terhadap berkas PT tersebut, pemilik P.T Nasrip Indonesia itu atas nama Pujo Wiyatno ST bersama Akhmad Januar Harianto dan beralamat JL.Gunung Anyar Harapan/NPWP: 03.238.247.5-615.000 total nilai paket kurang lebih 11 milyar bila berhasil terselesaikan sebelum Januari 2018.

Pekerjaan proyek dalam suatu kontrak lelang bila tidak memiliki kemampuan dasar atau yang disebut referensi/pengalaman tidak mungkin lolos, Padahal proses lelang yang dilakukan panitia sangat ketat di tahun 2017.

Saat awak media cek pekerjaan di lapangan tampak secara kasat mata pekerjaan PT tersebut sangat amburadul, Banyak item yang tertuang di dalam BOQ diduga dengan sengaja dihilangkan guna kepentingan isi saku atau faktor lain.

Berdasarkan pantauan terkait pekerjaan pedestrian yang berlokasi Kertajaya Indah Tengah-Manyar Kertoadi dengan nilai tawar Rp. 2.924.526.000,00 dikerjakan asal tanpa memikirkan dampak hingga menyebabkan tiang listrik ambruk. Penurunan tanah samping biasanya terdapat pagar rumah warga ambrol akibat galian alat excavator.

Seharusnya sebelum melakukan galian memasang SSP (Steel Sheet Pile) L=6M+braching, item ini yang tidak terlihat padahal jumlah yang ditentukan 121 batang SSP, tiang penyangga uttulitas 5 buah, untuk pekerjaan, urukan sirtu padat dan dan pasir padat tidak maximal. Padahal sudah tertuang 313,90 M3 untuk pasangan top bottem terdapat trucuk bambu dibawah diametter 10-12 panjang 2M,5 titik bawah top bottem, urukan pasir tebal 5 CM, betton B0 bawah box, item ini diduga tidak maksimal terpenuhi.

Menurut Bowo selaku warga sekitar ketika awak media  mengorek keterangan terkait proyek pedestrian mengatakan, “Yang sampean tanyakan terpenuhi tapi hanya beberapa mungkin hanya untuk dokumen saja guna pencairan pak ?pekerjaan nya sangat tidak seperti PT. lainnya apa lagi tidak ada anggaran yang dicantumkan, keterbukaan informasi publik seperti tercantum dalam UUD nomer 14 tahun 2008 tentang KIP jadi warga harus tahu berapa nilai anggaran dan dari APBD Apa APBN, “ ujar warga.

Di sisi lain menurut Ketua LSM ALMADANI R.Anang Sorrisno ,SE.MM terkait proyek pedestrian kuantitas dan kualitas di suatu proyek harus terlaksana dengan baik, Jangan sampai terindikasi sengaja menghilangkan atau mensiasati banyak item yang sudah tertuang itu bisa dikatakan korupsi apalagi syarat kepentingan seharusnya Kabid Pendestrian lebih tegas melakukan koreksi minimal sanksi black list atau putus kontrak guna efek jera bagi penyedia jasa yang nakal apalagi jelas PP 29 tahun 2000 sebagai, penyelenggara agar kedepan tidak terjadi kegagalan kontruksi seperti pada UUD 18 tahun 1999, jangan tutup mata adanya proyek yang merugikan negara terkait proyek pedestrian senilai hampir 3 milyar.(indra. DRADIOQU.COM)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment