DLH Konsepkan Taman Syari'ah di Jantung Kota Pamekasan -->
Cari Berita

DLH Konsepkan Taman Syari'ah di Jantung Kota Pamekasan

Sunday, October 22, 2017

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Adanya masukan demi masukan dari berbagai macam tokoh Agama mengenai dengan adanya tempat-tempat maksiat, seperti halnya Taman di Areal Monumen Arek Lancor Pamekasan yang dijadikan sebuah ladang untuk bermaksiat. Sehingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan berinisiatif dan mengonsep akan adanya "Taman Syari'ah" yang rencananya akan diterapkan di Taman-Taman yang berada dikabupaten Pamekasan, khususnya di Taman Areal Monumen Arek Lancor yang saat ini sangat rawan, Sabtu (22/10/2017).

Amin Jabir selaku Kepala DLH Kab. Pamekasan menyampaikan, bahwa adanya inisiatif dan konsep dari Taman Syari'ah itu sendiri atas masukan dari beberapa tokoh agama. Hingga dari adanya konsep itu, pihaknya bisa memadukan antara pemantuan dan tata kelola Taman, agar bersih dari sampah dan mesum.

"Munculnya konsep taman syariah ini karena adanya masukan dari beberapa tokoh Agama yang intens melakukan pemantauan terhadap Taman di Areal Monumen Arek Lancor yang menjadi tempat maksiat atau tempat mesum," ucapnya saat dikonfirmasi jatimaktual.com di Areal Monumen Arek Lancor Pamekasan saat melakukan pengecekan di Areal Taman, sekitar pukul 17.15 WIB.

Jadi pihaknya menjelaskan, bahwa adanya sarana dan prasarana itu sangat penting, karena tempat-tempat seperti itu sangat rawan terjadinya mesum, sehingga pemasangan rambu-rambu himbauan itu sangatlah dibutuhkan.

"Untuk rambu-rambu akan kami desain. Kami sudah komunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Pamekasan dan juga takmir masjid. Pada dasarnya semua setuju dan sangat mendukung. Termasuk saran dari teman-teman juga masuk, seperti pencantuman nomor telpon Satpol PP dan bagian taman," terangnya. 

Selain itu, pihaknya akan menawarkannya ke DPRD atas konsepnya, yang rencananya akan diterapkan di semua Taman yang berada di Kab. Pamekasan.

"Mungkin konsep ini akan kita tawarkan ke DPRD, agar diterapkan di semua taman di Kabupaten Pamekasan," jelasnya.

Adapun harapannya setelah adanya rambu-rambu himbauan, masyarakat lebih menyadarinya, dan juga selalu mengingat akan julukan dari Kota Pamekasan sendiri, yakni Kota Gerbang Salam.

Pewarta : Faisol