Diduga Kakak Kelas Tega Aniaya Lantaran Pose Photo Dianggap Rusak Nama Baik Sekolah SMPN 15 Kota Serang

JATIMAKTUAL, Kota Serang – Berawal dari jepretan camera handphone, seorang Kakak kelas pada senin 2 Oktober 2017, diduga tega menganiaya adik kelasnya MRF (12)  siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 15 Kota Serang dengan cara menendang bokong berulangkali, lantaran pose yang terdapat dalam photo dianggap bisa merusak nama baik Sekolah.
Adapun peristiwa itu terjadi, ketika korban dan 10 orang temannya mencuri memoto korban tanpa sepengetahuannya, saat itu tangan korban berada dipundak salah seorang wanita yang merupakan rekan sekelasnya dengan niat becanda, lalu photo tersebut disebar luaskan kepada teman korban hingga sampai ke guru.
MRF saat dikonfirmasi mengatakan, kesokan harinya (03/10/17) usai photo itu tersebar, dirinya dipanggil keruang osis, lalu Kakak kelasnya bertanya apa maksud dan tujuan melakukan hal tersebut.
"Apa gak malu tah, itu bisa mencemarkan nama baik sekolah," MRF meniru apa yang dikatakan Kakak kelasnya.
Setelah itu, MRF dipanggil keruang guru dengan diantar oleh 11 teman kelasnya sambil menagis kareana tak tahan dengan rasa sakit usai ditendangi oleh Kakak kelasnya.
Mengetahui hal itu, Julaeha dan Itoh seorang guru memangil pelaku berinisial N dan mengatakan jangan main hakim sediri, lantas N diperintahkan untuk meminta maaf.
Setelah pelaku dipanggil oleh guru dijam istirahat satroni MRF sambil berbicara "Orang tua gw dipanggil lo yang gw habisin," ancam N beserta teman-temannya terlihat dengan kepalan tangan seakan ingin memukul.
Tak terima Kakak MRF didampingi sang Paman Sofiyan mendatangi sekolah, kemudian membawa MRF ke Rumah Sakit untuk melakukan visum, lalu kembali ke sekolah untuk meminta pertangungjawaban terkait dugaan penganiayaan terhadap MRF.
"pada Selasa 3 Oktober 2017 ibu MRF melaporkan kepihak kepolisian Resorta Kota Serang. Akan tetapi  tidak diberikan tanda terima laporan oleh anggota Polres Kota Serang, dengan alasan menyuruh upaya damai, Setelah pelaporan anggota polisi ikut hadir di SMPN 15 Kota Serang untuk melakukan musyawarah. dan kesimpulannya jika dalam satu minggu tidak ada musyawarah mufakat kedua belah pihak maka laporan dari pihak korban diterima," terang Sofiyan.
Sementara itu, Aktivis Senior di Banten Hanafi Habib yang juga kerabat korban mengecam keras atas terjadinya peristiwa dugaan penganiayaan ini, dugaan main hakim sendiri apalagi dilingkungan sekolah.
"Saya telah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah, namu diduga pihak sekolah seperti membela pelaku penganiayaan," terang Hanafi, Rabu (4/10/2017).
Hanafi juga meminta agar aparat hukum dapat menindak tegas dugaan penganiayaan terhadap MRF selaku korban tanpa pandang bulu, dan meminta kepada jajaran pemintahan Kota Serang khususnya Dinas Pendidikan dan walikota Serang agar tanggap akan hal ini.
"agar dikemudian hari tidak ada lagi korban main hakim sendiri yang merugikan pihak korban," pungkas Hanfi.
Saat dikonfirmasi melalui sms dua kali kepada kepala sekolah Kamis (5/10/17) tidak ada jawaban.
Sumber. SBNews

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment