Diduga Ada Kecurangaan Pilkades, Masyarakat Kacok Minta Tanggungjawab DPRD Pamekasan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Pasca selesainya pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak diberbagai Desa se-Kabupaten Pamekasan, seperti halnya pilkades di Desa Kacok. Dalam pilkades Desa Kacok dinilai adanya indikasi kecurangan dalam penyelenggaraannya, akibat kecurangan itu, beberapa warga Desa Kacok mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, upaya melakukan audiensi, Selasa (17/10/2017).

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, puluhan warga Desa Kacok saat mendatangi kantor DPRD Kab. Pamekasan ini, upaya meminta keadilan atas terjadinya kecurangan di Desa Kacok.

Mohammad Jubri salah satu perwakilan warga Desa Kacok mengatakan, bahwa dalam pilkades Desa Kacok terdapat banyak kejanggalan saat pemilihan berjalan, pada (11/10) lalu. Kejanggalan tersebut adalah dari proses pengambilan suara yang tidak sesuai dengan prosedur, termasuk juga dalam pelipatan surat suara.

“Banyak dari masyarakat yang ketika menggunakan hak pilihnya itu coblosannya tembus kebawah, tanpa sadar dibawahnya ada lipatan surat suara lagi. Sehingga, sekitar 210 surat suara tidak sah, dan hal ini yang menjadi permasalahan,” ucapnya kepada awak media di kantor DPRD Kab. Pamekasan.

“Kami minta agar ada penghitungan ulang surat suara tidak sah,” jelasnya.

Andi Suparto selaku pimpinan sidang Komisi I DPRD Pamekasan menyampaikan, bahwa dalam sengketa pilkades ini pihaknga merupakan lembaga legislatif, bukan yudikatif. Maka dari itu, pihaknya hanya bisa menerima aspirasi masyarakat, bukan menjadi pengadil dalam perkara itu, karena bukan tugasnya.

“Tadi sudah kami terima, warga memaparkan panjang lebar dan di internal komisi I sudah kami bicarakan serta menghasilkan rekomendasi kepada ketua DPRD agar ini dibicarakan di panitia Pilkades Kabupaten. Nanti langsung ketua DPRD yang mengkondisikan dengan panitia Pilkades yang juga didalamnya ada Forpimda,” ucapnya.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment