Citra Buruk Film Budaya Madura Pada Judul "Carok"

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Dari banyaknya film yang berlatar Madura, belum seutuhnya menampilkan budaya Madura, salah satu film KH. D .Zawawi Imron penyair asal Batang-Batang Sumenep. Film hasil karya Arifin C Noer, dengan judul "Carok" yang sedikit memperburuk citra Madura. Karena Arifin C Noer kurang dalam memahami budaya Madura. Hal ini disampaikan oleh KH. D. Zawawi dalam acara forum sosialiasi ke ijakan sensor film di hotel front one Pamekasan kamis, 26 Oktober 2017. 
    
Hendaknya film-film yang dicipta menggali nilai-nilai luhur Madura yang kaya pelajaran akan hidup dan kehidupan. Semisal syair dan pantun Madura, puisi-puisi dari sangat kaya akan nilai-nilai budaya bisa dijadikan latar dan inspirasi dalam dunia perfilman khususnya di Madura raya. Pembacaan puisi "ibu" oleh KH. D. Zawawi Imron mengakhiri paparannya. 

Dalam sambutannya Sementara dalam forum tersebut Anggota LSF (Lembaga Sensor Film) Republik Indonesia Artoro Gunapriatna, menyapaikan bahwa penting peran orang tua sangat penting dalam rangka mencapai "budaya sensor mandiri wujud kepribadian bangsa".

Imam Suharjo dalam sambutan sebagai ketua komisi 1 lembaga sensor film Jawa Timur menyampaikan agar senantiasa 
agar semua stakeholder meningkatkan budaya sensor atau filter terhadap film atau informasi sebelum dikonsumsi oleh publik atau anak-anak kita. Karena film tidak hanya bisa ditonton di gedung bioskop. Akan tetapi bisa melalui teLivisi dan lewat handphone. 

Hadir juga dalam acara jni anggota lembaga sensor film Jawa Timur fathur rahman,S.Kom. bersama beberpa staf. Para perwakilan pondok pesantren.production house,disporabud,kepala sekolah san wartawan se Madura raya.

Pewarta : Cak Bariel
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment