BUYA Jadi Kuda Hitam Dalam Pilkada Kota Serang 2018 – 2023 DPW ARUN Provinsi Banten Dukung Penuh Sukseskan Pasangan Burhanudin – Samsul Hidayat
Cari Berita

BUYA Jadi Kuda Hitam Dalam Pilkada Kota Serang 2018 – 2023 DPW ARUN Provinsi Banten Dukung Penuh Sukseskan Pasangan Burhanudin – Samsul Hidayat

Sunday, October 22, 2017

JATIMAKTUAL, Serang - Pemerintahan Kota Serang memang terhitung sangat muda, namun demikian memiliki status strategis sebagai Ibukota provinsi sehingga menjadikan pesta Demokrasi yang akan digelar tidak akan kalah menarik untuk disimak dalam kancah perpolitikan di provinsi Banten ini.

Terlebih hal tersebut dapat dilihat menjelang Pilkada kali ini sudah banyak bermunculan tokoh-tokoh yang sudah level provinsi memposisikan dirinya sebagai bakal calon yang akan bertarung dengan usungan perahu partai maupun jalur perseorangan dalam Pilkada Kota Serang.

Namun sangat disayangkan geliat politik yang digambarkan diatas tidak sesuai dengan hasil pantauan dilapangan. Sebagian masyarakat sangat skeptis dalam menanggapi fenomena politik jelang Pilkada Kota Serang ini.  Ada beberapa faktor yang melandasi sikap masyarakat tersebut.

Satu sisi masyarakat tidak merasakan dampak pembangunan yang signifikan, mengingat Kota Serang sudah berusia 10 tahun dan atau sama dengan telah melakukan Pilkada dua kali.

 Di sisi lain, boleh jadi pembangunan yang tidak signifikan ini sebagai akibat efek domino dari praktik politik transaksional ketika Pilkada berlangsung.

Sebenarnya masyarakat tidaklah terlalu menuntut banyak terhadap pemerintahan yang ada.  Masyarakat hanya menginginkan Pemerintah Kota Serang agar memperhatikan hajat hidup dasar, masyarakat secara simultan dan gradual sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Serang.

Pendapat masyarakat diatas menggambarkan dilema demokrasi di Indonesia lebih khusus lagi di Kota Serang.  Pada dasarnya demokrasi ingin melibatkan masyarakat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan politiknya, tetapi makna positif dari demokrasi tersebut mengalami distorsi ketika dimanfaatkan oleh para petualang politik dengan cara membuat regulasi-regulasi yang tidak memihak kepada rakyat.  Sehingga peran partai sebagai unsur vital dari demokrasi cenderung mendapatkan penilaian negatif dari masyarakat karena dianggap melakukan praktek politik pragmatis sesuai dengan kepentingannya.

Salah seorang mahasiswa pascasarjana yang peduli terhadap keadaan kota kelahirannya, Wiradi kepada SBNews mengatakan, dirinya merasakan mosi tidak percaya begitu tinggi dari masyarakat terhadap Pilkada yang akan datang. Hal ini disebabkan fenomena kemunculan bakal calon yang ditandai dengan banyaknya pemasangan poster-poster tidak menggambarkan figur yang siap memimpin.  Terbukti sampai hari ini belum ada bakal calon dari partai yang sudah berpasangan.

Keadaan seperti ini memperkuat sinyal bahwa sedang berlangsung praktek politik transaksional. Terlebih lagi dari sekian banyak bakal calon yang digadang-gadang adalah sosok yang tidak bisa melepaskan dirinya dari hegemoni politik saat ini.

Namun demikian sebagai warga kota yang baik, Wiradi mengajak kepada masyarakat yang memiliki hak suara agar tidak menjadi golput tetapi harus tetap menyalurkan hak politiknya pada Pilkada yang akan datang agar harapan masyarakat Kota Serang dapat terwujud.  Karena dimungkinkan Pilkada yang akan datang diikuti oleh kandidat dari Jalur Perseorangan yang cenderung bebas dari praktek politik dagang sapi.

Ia juga menyerukan, kepada masyarakat Kota Serang agar cerdas dalam menentukan pemimpin Kota Serang yang akan datang, jangan mengorbankan kehidupan lima tahun ke depan hanya demi sejumlah kompensasi disaat serangan fajar.

Harapan masyarakat diatas bukan hal yang utopis, mengingat peta politik di Kota Serang secara faktual memberikan peluang besar bagi hadirnya bakal calon dari jalur perseorangan sebagai bentuk pengejawantahan amanat rakyat.

Berdasarkan Data BPS Kota Serang terdiri dari 6 kecamatan dan 66 kelurahan.  Sedangkan menurut data KPU jumlah DPT yang tersebar diwilayah adminstrasi Kota Serang, sebanyak 455.291 pemilih.  Hal ini berarti bakal calon dari jalur perseorangan  akan dapat mengikuti kancah Pilkada Kota Serang hanya dengan mengumpulkan KTP sebanyak 38.700 atau sama dengan 8,5 % dari jumlah DPT secara keseluruhan.

Angka-angka diatas akan mengantarkan Kota Serang ke arah yang lebih baik jika masyarakat memiliki kesadaran dan keberanian politik dengan cara berperan sebagai pendukung aktif terhadap bakal calon dari jalur perseorangan. Sudah sewajarnya warga Kota Serang memiliki keberanian yang tinggi sebagaimana telah diwariskan oleh leluhurnya dengan cara mendukung secara aktif mensukseskan perubahan mendasar peta politik di tanah Jawara.

Berdasarkan info yang dihimpun SBNews.co.id pada tanggal 11 Oktober 2017, KPU Kota Serang telah mengundang sejumlah bakal calon yang akan mengikuti pada Pilkada yang akan datang.  Dari sekian bakal calon yang diundang belum ada satupun yang sudah berpasangan sebagai bakal calon Walikota dan Wakil Walikota kecuali hanya pasangan BUYA (Burhanudin, S.Ag., M.Si., dan Samsul Hidayat, S.Pd.I.) dari jalur perseorangan.  Hal ini merupakan angin segar di alam demokrasi Kota Serang.

Hasil penelusuran SBNews, ternyata pasangan BUYA termasuk yang sudah siap baik secara administrasi maupun tim pendukung di lapangan.

Dari hasil kkonfirmasi dengan Tim Sukses BUYA, dapat disimpulkan bahwa kemunculan pasangan BUYA ini mendapatkan respon positif dari masyarakat luas di Kota Serang. Dibuktikan dengan terkumpulnya KTP dukungan sebanyak 80% dari target yang direncanakan Tim Sukses dan akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Hal ini ditandai dengan  berdirinya posko-posko pengumpulan KTP ditiap-tiap kelurahan di seluruh kecamatan Kota Serang.

Respon positif tersebut disebabkan oleh dua hal.  Pertama, pasangan Burhanudin-Samsul Hidayat ini memiliki integritas diri yang menggambarkan segala syarat-syarat pemimpin berkumpul pada dirinya masing-masing.

Sedangkan hal yang kedua, sebagai akibat dari soliditas Tim Sukses BUYA yang bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih demi terwujudnya cita-cita bersama membangun Kota Serang lebih maju menuju gemahRipah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo.   

Menanggapi dinamika politik yang berkembang di Kota Serang, Ketua Umum DPW Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN)  Prabu Yopi Rianda, S.H. saat dijumpai di kantornya Sabtu (21/10/2017) , pihaknya memiliki penilaiannya sendiri.

Prabu menilai paradigma masyarakat berkaitan dengan mosi tidak percaya  terhadap pemimpinnya saat ini memang tepat.  Pasalnya masyarakat merasa selalu diposisikan sebagai objek kepentingan dari kelompok elitis yang berkuasa. 

Sebagai contoh kongkret, masyarakat dimobilisasi secara masif dan diberikan janji-janji angin surga ketika menjelang Pilkada, tetapi sesaat setelah Pilkada usai, masyarakat dipaksa untuk bersabar atas segala beban hidup yang diembannya.

Jika nanti pada Pilkada yang akan datang tidak ada perubahan political will dari para elitis untuk benar-benar mengayomi masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan warga Kota Serang akan mencari figur yang bisa menjadi bapak bagi rakyatnya.  Kebutuhan tersebut saat ini hanya bisa dipenuhi oleh pasangan BUYA.

Secara kebahasaan, istilah Buya memiliki makna dan filosofi sebagai figur seorang ayah yang memiliki integritas diri dan kehormatan yang mampu mengayomi keluarganya. Istilah Buya tidak hanya identik dengan ikatan biologis semata, tetapi memiliki ikatan-ikatan emosional berdasarkan cinta dan kasih yang universal.

Dengan demikian, sudah sepatutnyalah warga Kota Serang memberikan apresiasi dan antusiasme dengan cara ikut memberikan KTPnya di posko-posko kemenangan BUYA di tiap-tiap kelurahan, pungkasnya. (rls SBNews)