BUDAYA LUDRUK NGGAK ADA MATINYA

JATIMAKTUAL, ARTIKEL,- Mendengar nama Ludruk tentunya tidak asing
bagi kebanyakan kita yang telah mengetahui, atau setidaknya pernah mendengar, tentang seni Ludruk. Kesenian pertunjukan sandiwara Jawa Timur-an ini bukan hanya sebuah pertunjukan hiburan yang humoris belaka. Dulu kesenian ludruk sangat melekat di hati masyarakat.

Sekarang jumlah penggemarnya menurun drastis karena masuknya hiburan modern yang membuat ludruk semakin
tergeser. Melihat keadaan ini membuat Cindy Pratignjo, mahasiswi universitas Surabaya sadar dan ingat akan
politik indonesia saat ini yang sedang guncang-guncangnya akan kemajemukan Bangsa.

Hal itu mengingatkan akan semangat kesenian ludruk yang dapat
mempersatukan Indonesia pada masa propaganda pemerintahan negara Jepang. Timbul keinginan seorang mahasiswi desain produk ini mengembangkan budaya ludruk menjadi lebih modern
(tradisional-modern / kekinian) lewat sebuah produk “WANI (Wacana Masa Kini)”, dari namanya sudah kelihatan bahasa Jawa timur-an ala ludruk.

WANI yaitu desain papan informasi yang diambil dari nilai-nilai dan stilasi bentukan
budaya ludruk. Nilai-nilai yang terkandung adalah komunikasi, kesederhanaan, kreatifitas, dan kebumian ( makna dari lonceng tari remo dalam ludruk).

Nilai komunikasi yang paling utama
dalam ludruk, sehingga membuat produk ini seakan-akan berbicara dalam konteks goresan tangan dari gagasan masyarakat. Kreativitas dalam bentuk desain yang unik dan fun, papan wacana ini bisa diputar lho.

Material rotan yang hanya difinishing clear juga memperlihatkan nilai kesederhanaan dalam ludruk. Terakhir adalah nilai kebumian, nah produk ini tidak hanya sekedar papan wacana biasa lho karena memiliki fungsi sebagai vas untuk tumbuhan juga.

Secara keseluruhan, WANI mempunyai bentuk seperti orang senang dengan mengangkat kedua tangannya. Bentuk papan yang dapat diputar juga mengadopsi dari bentukan baju adat tari remo. agar budaya ludruk dapat dikenal banyak orang & menjadi idealisme bangsa Indonesia.

Tujuan seorang mahasiswi desain produk ini yaitu WANI berguna untuk membagikan kreativitas gagasan informasi / komunikasi kepada orang lain secara universal & fleksibel.

Harapan Cindy tentunya “Wacana Masa Kini” ini akan menjadi pengenalan, inspirasi, mengubah perspektif pada masyarakat bahwa budaya ludruk itu nggak ada matinya. Bila budaya dari daerah itu musnah maka tidak
akan ada lagi ciri khas dari daerah tersebut.

Artikel ditulis oleh:
Cindy Pratignjo
Josephine Anastasia
Meilyana Darmawan
Sumber: Ciputra World Surabaya,
Dokumentasi pribadi

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment