Anugerah Tak Terduga di Siang Bolong

Oleh : Ahdari

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- Hari ini awal aku dan sembilan orang temanku (Ali, Wahid, Amrina, Adit, Malik, Aisyah, Rima, Qodir dan Hanifah) melaksanakan tugas akademik, yaitu Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Diawal tugas yang cukup menyita pikiran ini, aku dihadiahi anugerah yang tak ternilai harganya.

Ya, lagi-lagi Tuhan memberiku kejutan kenikmatan yang berupa anugerah berjumpa dengan seorang penulis ternama di tanah air. Dhebora Krisnowati Sumaraningsih. Seorang perempuan asal Solotigo yang berhasil mengekspresikan pemikiran dan tindakannya melalui tulisan.

"Siapapun bisa menulis kapanpun dan dimanapun," ucapnya saat menyampaikan materi dalam acara In House Training (IHT) Literasi Perpustakaan Block Grant Sekolah Rujukan di SMA 2 Bondowoso. (02/10)

Usai penyerahan dari kampus (STAI At-Taqwa Bondowoso) kepada pihak SMA 2 Bondowoso, aku dan sembilan orang temanku mendapat pengarahan di ruang Perpustakaan sekolah oleh guru pamong. Setelah itu, berkeliling sekolah untuk melihat kelas yang nantinya akan kami jadikan tempat belajar dan mengajar.

Tak hanya selasai disitu, saat selesai mengitari sekolah tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara yang tertempel rapi di sudut ruangan luar kelas. "Kepada mahasiswa KKN STAI At-Taqwa Bondowoso, harap segera menuju aula," keterangannya.

Tanpa berpikir panjang, aku dan sembilan orang temanku bergegas menuju aula sekolah yang tererletak di ujung kanan depan sekolah dan mengikuti acara. Dari ditempat itulah aku dipertemukan dengan seorang penulis progresif.

Aku yang beberapa tahun terakhir ini semakin tergugah untuk menulis, hari ini kembali mendapat inspirasi untuk terus berusaha belajar menulis.

Bunda Deby, begitu Dhebora Krisnowati Sumaraningsih karib disapa, menyampaikan pemikiran tokoh pendidikan ternama di Indonesia yang pemikirannya tengah dikembangkan di salah satu negara di Eropa.

"Di Finlandia, dikembengkan teori asli pemikiran Ki Hajar Dewantara, tapi sayangnya di Indonesia sendiri malah kekurangan literasi, ucapnya.

Sangat menggugah penyampaian Bunda Deby, terbukti disaat tengah menyampaikan materi mencoba langsung peserta training untuk menulis. Alhasil, peserta yang diikuti oleh puluhan orang guru dari beberapa SMA Negeri di Republik Kopi ini sangat antusias untuk mencoba menulis.

"Jangan sampai kehilangan budaya bangsa yang satu ini. Membaca dan menulis," pesannya kepada para pesera training.

Sekedar diketahui, karya-karya beliau sudah tersebar hingga ke beberapa negara belahan dunia terutama di Asia.

Penulis : Mahasiswa STAI At-Taqwa Bondowoso yang aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment