Pembantian Terus Menerus Muslim Rohingya. Begini Kata Ketua Radar Aceh.

Sumber Foto : WhatsApp JOIN
JATIMAKTUAL, - Ketua Radar Aceh, Heri Safrijal S. IP sangat menyayangkan Genosida besar-besaran terhadap umat muslim Rohingya. Dia mengutuk keras kedzaliman dan kebiadaban yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar melalui militernya terhadap rakyat Rohingya

Melalui pers rilis yang disampaikan ke media, Jumat (8/9/17), Heri kecam aksi genosida tersebut dan dia harap pemerintah Jokowi jangan hanya diam melihat pembantaian yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan ini terus berlanjut.

"Ini adalah sebuah kebiadaban yang sangat keji dan dibiarkan oleh pemerintah dunia. Banyak manusia terbunuh. Dimana HAM? Dimana keadilan dan dimana kesosialan kita semua?" cetus Sekjend BEM Unsyiah 2015/2016 tersebut.

Heri meminta praktik keji itu segera dihentikan. Menurutnya, pembakaran kampung-kampung dan pembunuhan warga, khususnya terhadap anak-anak dan wanita, merupakan bentuk kebrutalan yang mengarah kepada pembersihan etnis atau genosida.

"Pemerintah Myanmar telah mempertontonkan salah satu bentuk kejahatan serius di muka bumi ini. Atas dasar kemanusiaan, sudah seharusnya pembantaian itu dihentikan dan diusut tuntas," kata Heri, Jumat 8 September 2017.

Aktivis muda itu menyayangkan konflik etnis itu tak pernah diusut tuntas. Ia heran mengapa tak ada langkah kongkret dari dunia, baik PBB maupun ASEAN, untuk memproses dan menghentikan pembantaian tersebut.

“Ini pembantaian besar-besaran dan terus menerus dibiarkan. Jangan bicara kasus Rohingya ini sebagai persoalan agama dan keyakinan saja,” katanya.

Heri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan aksi solidaritas kemanusian dan bantuan agar konflik Rohingya segera terselesaikan.

“Kita juga berharap pemerintah bisa tegas menyikapi aksi genosida ini dengan mencabut keanggotaan Myanmar dari ASEAN,” tegasnya aktivis muda yang akan bertarung di parlemen 2019.

Kontributor : Najmi
Sumber : JOIN (Jurnalis Online Indonesia)
Punlisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment