Kelompok Patahana dalam Political Branding hingga yang menaikkan Kelas Politik.

Oleh : Muhsin Rofiey Notonogoro

JATIMAKTUAL-Opini, Kelompok Patahana dalam political branding, hingga yang sedang menaikkan kelas..***..Political Branding (penanaman kesan baik) sedang menguap di Kabupaten pamekasan, menjelang pilkada serentak 2018 kabupaten Pamekasan, menjadi salah satu Kabupaten dari 115 yang akan menggelar Pilbup. Pilkada sebagai pesta demokrasi rakyat akan di selenggarakan kabupaten Pamekasan sebagai amanah demokrasi dari sistem regulasi kepemimpinan. 

Pemilihan kepala daerah tentunya akan melibatkan semua unsur masyarakat sebagai warga negara yang bak masyarakat akan menentukan pelihannya. Kabupaten Pamekasan memiliki beberapa unsur masyarakat ada petani, pengusaha, ustad, kyai, aktivis, media dan pemerintah semua kelas sekabupaten. 

Patahana (incombent) dan atau kelompok incombent tentunya akan mengambil start (langkah) lebih dulu dari para bacalon bacalon yang lain labih lebih dalam tahapan beauty contest (mengenalkan bacalon yang di idolakan timnya), beauty contest sebuah cara dramtik bisa sesuai dengan rekam jejak tokoh bacalon atau hanya sebagai polesan saja. 

Para kontestan politisi sedang berbondong bondong mendatangi partai partai setempat guna untuk mendaftrakan sang idonya. Political branding dan hegeminic culture akan berbanding lurus sabagai dua kelompok yang menarik di bahas menjelang pra pilpub di kabupaten Pamekasan. Kabupaten Pamekasan masih di dominasi oleh kekuatan kultur, kekuatan kultur di sini diinterpretasikan sebagai bentuk pesan yang bersifat penggiringan (menitip nama, *matoro'ah si fulan *Madura read), kekuatan kultur tokoh masyarakat Pamekasan masih sangat kuat entah karena masyarakat ta'dhimnya masyarakat kepada tokoh masyarakat  yang membuat masyarakat seperti itu. 

Branding political sebagai kemasan marketing politik menjual nama tokoh dengan pola pendekatan publik dan atau personal, tampaknya menjelang pilbup di kabupaten Pamekasan banyak tim yang sedang melakukan merketing politik. Marketing politik menjual nama tokoh untuk menaikkan karir kelas politiknya, menaikkan karir kelas politiknya bagi politisi hal yang sangat lumrah dan perlu di apresiasi sebagai bentuk ghiroh semangat bahwa di kabupaten Pamekasan, sedang tumbuh bibit bibit unggul leader/pemimpin yang juga mempunyai hak untuk berikhtiar menuju pucuk kepemimpinan di kabupaten Pamekasan. 

Apakah tokoh yang mereka idolakan akan menembus zona kekuatan kultur ?dan seperti apa kekuatan kultur yang masih bertahan sesuai dengan tergerusnya keyakinan masyarakat yang semakin menipis kerena serangan serangan kapital yang sangat kuat, kita wait and see saja.

______
Penulis adalah Fungsinaris MD KAHMI Pamekasan ex offesio Sekjen MR Kahmi Al khairat 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment