Merawat Desa

*Oleh : Moh. Faridi
JATIMAKTUAL-OPINI : Semangat UU nomer 6 tahun 2014 adalah semangat membangun desa melalui kemandirian desa. Hal tersebuat diredaksikan dalam undang-undang dengan bahasa transparan, akuntabel, & partisipatif.

Untuk mewujudkan kemandirian desa tersebut, tentu butuh waktu yg cukup lama, mengingat dalam hal ini merupakan perubahan mendasar yaitu perubahan pola fikir (mindset) para pelaku desa, mulai dari Badan musyawarah desa (BPD), kepala desa (kades), perangkat desa & masyarakat desa tersebut.

Le guan you, pendiri negara Singapura. mangatakan bahwa mindset merupakan aset penting bagi sebuah bagsa. Mengacu kepada hal tersebut, tentu mindset lama para pelaku desa perlu dibenahi bersama agar menjadi mindset yg sesuai dengan UU nomer 06 tahun 2014.

Untuk merubah mindset tersebut butuh beberapa langkah, pertama, sosialisasi Undang-undang yg berkaitan dengan desa. Pihak-pihak terkait mensosialisasikan kepada seluruh pelaku desa sampai kepada masyarakat umut. Adapun teknisnya tentu harus digunakan semua media. Kedua, pelatihan-pelatihan teknis kepada pelaku desa. Segala bentuk teknis sebenarnya sudah di atur di permendagri, permendesa, & permenkeu. Persoalannya, pelaku desa tidak sempat untuk meluangkan waktu sekedar membaca permen-permen tersebut sehingga harapan lahirnya aturan teknis tersebut tidak berjalan sesuai riil yg ada. Ketiga, menambah fasilitator-fasilitator untuk mengajari desa. Secara struktur, fasilitator desa sudah lengkap, namun tidak ada salahnya, jika pemangku kebijakan mengajari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan & perguruan tinggi di masing-masing wilayah, untuk lebih memahami & terlibat secara inten terhadap perencanaan pembangunan desa serta produk-produk hukum yang menjadi dasarnya. Karena keberadaan fasilitator di desa sangat diharapkan keberadaannya di semua desa. Keempat, menambah pengawas, pengawasan penggunaan dana desa tentu harus di galakkan mengingat besarnya uang negara tersebut namun lebih penting lagi adalah pengawas perencanaan pembangunan desa, sehingga desa ada yg mengarahkan apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan mulai perencanaan.

Beberapa waktu lalu, kasus OTT mengajarkan kepada kita bahwa dana desa bukan hanya berkah untuk membangun desa namun juga menjadi malapetaka bagi perangkat desa. Untuk menjaga tidak terulang kembali kejadian tersebut, maka langkah-langkah pembenahan pengetahuan undang-undang terhadap  perangkat desa perlu ditingkatkan, agar terjadi perubahan pola pikir (mindset) yg berdampak pada perubahan prilaku perangkat desa.
_____
Penulis adalah pendamping desa Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment