Ketua Alumni IAIN Jember 2017, Kecam GAM Yang Bertindak Anarkis

JATIMAKTUAL, JEMBER,- Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) yang dimotori oleh UKM dan UKK kamis lalu 7/9 di depan kantor Rektorat IAIN Jember, dikecam oleh Ketua Alumni IAIN 2017 karena bertindak anarkis dan merusak fasilitas kantor organisasi BEM-I dan DPM-I,  Minggu (10/8/2017).

"sebagai ketua alumni IAIN Jember saya perihatin dan mengecam aksi anarkis yang dilakukan adik-adik mahasiswa yang menimbulkan kerusakan dan kisruh dikampus". Kata Ahmad Abdullah, Ketua Alumni IAIN Jember 2017

Menurut Ahmad, pada saat ini mahasiswa seharusnya dapat bersaing dengan profesional dan seportif, tidak harus menggunakan sikap dengan cara-cara kekerasan didalam dunia organisasi kampus.

"Pada hal saat ini zaman sudah maju, kok atot dan kekerasan yang dikedepankan, apa lagi aksinya liyar dan tidak prosedural" Ibuhnya

Di zaman yang sudah maju ini, lanjud  Ahmad, seharusnya mahasiswa meningkatkan kuwalitas berorganisasi dan keilmuanya bukan justru malah membuang-buwang waktu dengan aksi anarkis yang tidak ada untungnya."Ujarnya

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu dilakukan mahasiswa. Pertama, mahasiswa harus melakukan pendampingan kepada masyarakat sebagai tanggujawab moral yang berdasarkan asas tridarma perguruan tinggi. Dua, mahasiswa harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi dimasyarakat, selain itu mahasiswa seharusnya berpikir inovatif dengan membuka lapangan pekerjaan baru dan bukan hanya dengan mengandalkan ijazah.

Menurutnya kemandirian ekonomi sangat penting mengingat semakin ketatnya persaingan global, tidak terkecuali hari ini kebutuhan hidup sangat mahal.

"saya sangat yakin bapak dan ibu dosen akan bangga melihat anak didiknya bisa kuliah sambil menciptakan lapangan pekerjaan baru, bukan justru membuwat kerusuhan di dalam kampus. Apa lagi melakukan tindakan premanisme pemukulan".

Komisi B DPM-I Ahmadi mengutuk aksi pengeroyokan yang dilakukan demonstran terhadap salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Syariah (FEBI) semester VII.

 Menurutnya, pemukulan tersebut tidak sesuai dengan kultur dunia akademis kampus.

Medi, mahasiswa FEBI korban pengeroyokan mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dirinya bersama Republik Mahasiswa FEBI melakukan penggalangan dana untuk korban Rohingnya. Kebetulan, penggalangan tersebut bersamaan dengan aksi demo yang dilakukan oleh GAM di depan rektorat.

Tuntutan tidak dipenuhi, demonstran menuju kantor BEM-I dan DPM-I yang kemudian menyegelnya. Tidak lama berselang, Medi mendapat laporan dari mahasiswa FEBI lainnya, jika banner Republik Mahasiswa FEBI diturunkan oleh demonstran, dijadikan properti aksi.

"Saya selaku pengurus RM FEBI, berembuk dengan pengurus lainnya. Mencari solusi agar Banner itu dikembalikan. Sebab, banner tersebut milik Republik Mahasiswa FEBI. Setelah berembuk, saya, Baijuri, Saki, Yusuf, Osnas menghampiri demonstran," terang Medi sambil mengusap pelipisnya yang bengkak.

Saki dan Baijuri, sambung Medi, berjalalan terlebih dahulu menghampiri demonstran. Sementara dirinya mengikuti dari belakang, mereka berdua meminta untuk melakukan demo secara baik-baik tidak merugikan salah satu pihak. Tapi, salah satu dari mereka nyeletup agar banner tidak diberikan.

"Ketika salah satu demonstran hendak mengamankan banner. Saya lari meraihnya, tapi kemudian saya dikejar oleh demonstran. Entah apa karena alasan banner atau alasan lainnya, saya di kroyok sampai babak belur, begitulah kronologis pengeroyokan itu mas," ungkap Medi.

Saat demo berlangsung, Jufriyanto mahasiswa Fakultas Dakwah Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, selaku orator aksi seperti yang dirilis upmmillenium.com berkata,  ”Kami hanya menuntut satu, DPM-I dan BEM-I ini ditiadakan di institut karena dijadikan ajang perpolitikan kampus,” ujarnya.

Pewarta : Arul
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

4 comments:

Unknown said...

Mantap dan sangat membangun agar di berikan kesadaran dalam bertindak

BAHRULLAH said...

Mantap.. semoga saran beliyau menjadi pencerahan pada oknum yg melakukan perusaka fasikitas

Mahasiswa semester 7 said...

Hehehe santai santai,

Mahasiswa semester 7 said...

Lain kali klok ada demo ikut ya, biar tau dan kejadiannya secara detail.

Post a Comment