Kenapa Balai Desa Bujur Tengah Belum Dibangun? inilah jawabannya.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN- Menarik.! Menjelang Pemilihan Kepala Desa Bujur Tengah Batumarmar Pamekasan Madura Jawa Timur, Nampaknya Masyarakat mulai cerdas menyikapi segala hal. tak terkecuali persoalan Balai Desa yang masih belum di bangun hingga saat ini.

Menyikapi persoalan urgen itu Mantan Kades Bujur Tengah, Ach Subair mengupas tuntas persoalan yang terjadi hingga membuat pembangunan balai desa terbengkalai.

Desa Bujur tengah merupakan Desa yang sempat mempunyai sejarah ekstream di indonesia. dan hal itu terus menjadi catatan yang tak kan pernah hilang. sehingga siapapun yang menjadi Pemimpin di Desa tersebut harus mampu menciptakan suasana Damai, tentram dan harmonis,

Menurut Ach. Subairi bahwa Pembangunan Balai Desa Dan Puskesmas memang menjadi target pencapaian untuk priode selanjutnya. ada beberapa upaya sudah dilakukan termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pembangunan tersebut segera terlaksana tanpa merusak tatanan yang ada, demi menjaga kondusifitas desa Bujur Tengah kedepan.

Salah satu alasan belum dibangunnya balai desa, yaitu karena tanah percaton milik desa masih bermasalah. sedangkan penbangunan balai desa harus ditempatkan ditanah kas desa.

"Tanah percaton masih dalam status QUO. dan salah satu persyaratannya harus ditempatkan di tanah kas desa, kalau diteruskan takut muncul permasalahan yang tidak diinginkan" ungkap Ach. Subairi, menanggapi persoalan yang masih mencuat dikalangan masyarakat.

Mantan Kades ini berusaha, agar pembangunan balai desa tersebut berjalan lancar dan tidak berdampak buruk kedepannya, utamanya kepada masyarakat, karena sampai saat ini tanah percaton masih belum jelas.

"Terkait tanah percaton tersebut, saya pasrahkan kepada pemerintah daerah, agar kondisi dibawah tidak bergejolak, sedangkan untuk alternatif pembangunan balai desa, sempat ada beberapa opsi, antara lain membeli tanah melalui anggaran desa, namun hal ini masih perlu diusulkan kepada pihak pemkab, apakah rencana ini bisa diterima oleh pemkab demi kekondusifan dibawah, atau alternatif kedua menggunakan tanah yang dihibbahkan kepada desa. Namun alternatif yang kedua ini sulit, karena saat ini rata-rata, harga tanah sudah melambung tinggi"

Ach. Subairi berharap masyarakat juga ikut andil dalam memecahkan persoalan tersebut.

"Mudah-mudahan ada solusi hingga pembangunan balai tetap berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan" Tandasnya penuh harap. (JA)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment