GTT Kemenag Pamekasan Terkena Modus Penipuan ATM, Hanguskan Uang Sebesar Rp. 1.299.547

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Maraknya modus penipuan yang terjadi pada Automated Teller Machine atau yang sering kita kenal dengan ATM semakin kreatif setiap harinya. Karenanya, kita perlu tau bagaimana modus penipuan ini dilakukan oleh penipu dan apa yang perlu kamu lakukan untuk melindungi diri dari penipuan.

Maka dari itu, jangan sampai kita terkecoh oleh modus-modus ATM, seperti halnya dengan nasib salah satu Guru Tidak Tetap (GTT) di bawah naungan Kemenag Kabupaten Pamekasan atas nama Abdussukur asal Dusun Tengginah Desa Klompang Temor Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan.

Pada saat itu Abdussukur atau pelapor sedang menerima pesan undangan yang mengatas namakan salah satu kepala sekolah MTSS di bawah naungan Kemenag PamekasanAaaqa, dalam pesan itu tertulis, bawahnya pelapor mendapat "undangan seminar nasional pada tanggal 23-24 September 2017 dari Direktorat Pendidikan Madrasah Kemenag RI. Kepada Yth. Abdussukur No. Registrasi Peserta anda (9992547) untuk keterangan lebih lanjut harap hubungi sekarang ketua panitia Bpk. Prof. Dr. Phil Nur Kholis Setiawan, MA (Direktur Pendidikan Nasional) di No Hp Beliau 085280919343. Dihubungi sekarang sudah ditunggu. Undangan anda ambil besok di sekolah, Terimakasih," pesan dari terlapor atau penipu.

Dari kejadian itu, Abdusukur menjelaskan dengan detail sebelum dirinya tertipu.

"Karena nomer yang sms itu tidak sama dengan nomer kepala sekolah saya hubungi kepala sekolah, ternyata nomer kepala sekolah itu tidak aktif, jadi ada keterangan di alihkan, akhirnya saya hubungi beberapa kali tetap tidak aktif, kerana nomer kepala sekolah tetap tidak aktif saya langsung menghubungi nomer yang tertera di sms, nah setelah dihubungi saya konfirmasi ulang sesuai dengan undangan yang ada di sms dwngan menyebutkan nomor peserta," jelas Abdussukur saat di wawancarai jatimaktual.com.

"Dari sms itu, nama kepala sekolah itu memang benar dari lembaga saya yang ngajar, termasuk sekolahnya juga benar semua," terangnya.

"Untuk nomer panitia yang tertera di sms itu aktif, yang atas nama Prof. Dr. Phil Nur Kholis Setiawan, MA yang ngakunya Direktur Pendidikan Nasional selaku ketua panitia, lalu saya hubungi dan diminta mencocokkan nomer peserta, karena nomer peserta ini merupakan nomer untuk menerima biaya akomodasi selama kegiatan di jakarta," tambahnya.

"Info dari sana saya disuruh untuk ke ATM BNI, karena saya kebetulan mempunyai ATM BNI untuk mendapatkan dana lencairan dari panitia, setelah sampai di ATM saya di pandu untuk memasukkan kartu ATM, PIN dan kemudian Lock In, terus mengikuti perosedur, terus tiba-tiba keluar transaksi pengiriman uang sebesar Rp. 1.299.547, itu tranfer dari saya. Pada saat itu saldo saya sebesar Rp. 1.490.000," paparnya.

Setelah dinyatakan pihaknya telah ditipu, pihaknya langsung melaporkan hal ini kepada SPKT Polres Pamekasan, dengan Laporan Polisi (LP) No : LP/301/IX/2017/JATIM/RES PMK.

Dalam laporannya, Abdusukur meminta kepada pihak Polres Pamekasan menindak kejadian itu, karena pihaknya tidak ingin kejadian yang serupa terulang kembali, cukup dirinya saja yang mengalaminya.

"Dari kejadian ini, saya berharap tidak ada korban lagi, cukup saya yang menderitakannya, dan saya harap pihak Polres Pamekasan memberikan efek jera kepada pelaku," jelasnya.

Sedangkan menurut Kasubag Humas Polres Pamekasan Osa Maliki membenarkan adanya laporan itu, "Iya benar adanya laporan itu, saat ini sedang ditangani penyidik," jelasnya.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment