Fasilitas Kampus Tak Memadai, Mahasiswa STAIN Pamekasan Meradang.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Lagi-lagi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan diresahkan dengan fasilitas kampus yang tak memenuhi kriteria saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).

Karena baru satu minggu ini menghadapi kegiatan aktif KBM, mahasiswa STAIN Pamekasan diresahkan dengan kurangnya fasilitas kampus yang berupa alat-alat tehnologi, yakni Komputer.

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, melalui salah satu aktivis mahasiswa STAIN Pamekasan mengatakan, bahwa dalam penggunaan satu unit Komputer digunakan oleh 3 mahasiswa, sehingga dalam KBM tersebut kurang efektif.

Padahal, mengingat tujuan mahasiswa datang kekampus tidak lain hanya ingin menjunjung tri darma perguruan tinggi, yakni; Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Namun, yang sangat urgen dari salah satunya adalah pendidikan, utamanya didalam kampus, hal tersebut dapat terwujud apabila disertai dengan adanya alat-alat peraga atau alat pembelajaran yang memadai, sehingga proses kegiatan belajar mengajar dapat terealisasi dengan baik.

Joni Iskandar salah satu aktifis mahasiswa STAIN Pamekasan mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyayangkan dengan kurangnya fasilitas kampus yang saat ini sangat meresahkan banyak mahasiswa.

"Kami sangat menyayangkan sekali dengan layanan komputer yang kurang di perhatikan oleh pimpinan STAIN Pamekasan, padahal hal ini merupakan fasilitas yang sangat penting," tuturnya.

"Lantas kemana anggaran pengadaan STAIN Pamekasan saat ini. Karena ketika kami lihat sepertinya tak ada perubahan sama sekali," tegasnya.

Pihaknya pun meminta kepada pihak pimpinan STAIN Pamekasan untuk memberi kegetegasan dari hal tersebut.

"Sekali lagi pimpinan harus segera memberi ketegasan, agar mahasiswa tidak diresahkan, karena mereka semua datang kekampus ini tak lain hanyalah ingin mencari ilmu dan mereka pun juga selalu membayar registrasi yang diwajibkan oleh STAIN Pamekasan".

Sehingga berita ini diturunkan, masih belom konfirmasi kepada pihak terkait.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment