ELMAN DURO: MARI JADIKAN DESA YANG BERMARTABAT.

JATIMAKTUAL, OPINI- Untuk menjadikan desa yang bermartabat tidak semudah kita bayangkan, pertama desa harus mampu dalam bentuk kemandirian desa tersebut, tentunya butuh waktu yang cukup panjang dan cara berfikirnya juga cukup lama.

Yang paling penting dalam hal ini adalah mampu memberikan solusi dan berikan informasi, pemahaman yang utuh kepada masyarakat, karena jika tidak masyarakat sudah bosam dengan gaya terbuka tapi sebenarnya masih tertutup rapi tentang informasi itu

Jelas dalam Al Quran,
ٖ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ

Katakanlah, Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 9)

Dalam potongan ayat tersebut sudah jelas,  bahwa transparan/ memgetahui informasi secara utuh itu penting, biar tahu dan paham apa yang dilakukan, direncanakan oleh perangkat desa, jadi masyarakat tidak lagi bicara diwarung kopi dengan pembicaraan yang tidak jelas, jadi semangat dan cita-cita UU nomer 06 tahun 2014 tercapai dan tidak sia-sia

Dengan bergulirnya UU 06 tahun 2014 ini desa menjadi buah bibir dikalangan akar rumput, kenapa itu bisa terjadi, karena perangkat desa rata-rata belum mampu menjadikan desa tersebut dengan desa yang  bermartabat. tapi itu bisa dirubah secara perlahan, karena kebanyakan desa masih kaku menerima kenyataan ini.

Untuk merubah pola pikir kepala dan perangkat desa demi desa yang bermartabat maka tahapannya adalah perangkat desa sebisa mungkin melakukan langkah-langkah berikut;

1) Mayoritas masyarakat tidak mau ribet dan mau tahu persoalan undang-undang, namun bagaimana perangkat desa harus melakukan sosialisasi Undang-undang yang berkaitan dengan desa. dan Tekhnisnya, karena desa yang harus paham,  maskipun pada kenyataannya hal tersebut tidak bisa lepas dari kalimat "kearifan lokal".

2). Demi memahamkan tata kelola Desa yang bermartabat maka sangat diperlukan adanya pelatihan-pelatihan kepemimpinan kepada para perangkat desa dan tokoh pemuda di desa tersebut, salah satunya Pelatihan tentang keorganisasian.

3). Untuk membangun sebuah desa yang bermartabat, tidak bisa digerakan oleh personal (Kepala Desa) para pemangku kebijakan di desa harus melibatkan banyak unsur untuk semuanya bisa tercapai, keterlibatan tersebut. seperti Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan,  apalagi bisa menggandeng perguruan tinggi seperti sedang berlangsungnya mahasiawa KKN, KPM, PKN, Karena keberadaan fasilitator di desa sangat diharapkan keberadaannya, sehingga dengan adanya kaum intelektual yang di tempatkan diberbagai desa akan lebih memupuk semangat para tokoh di desa dalam meraih sebuah perubahan.

4). Perangkat Desa merupakan elemen penting dalam sebuah ketercapaian cita-cita leluhur, sehingga kepala desa wajib memgoptimalkan perangkat desanya yang sudah di SK oleh kepala desa, jika semua ini bisa dilakukan secara bertahap maka insyallah perangkat desa tidak lagi menjadi gunjingan atau menjadi buah bibir dikalangan masyarakat, semua ini karena faktor ketidak tahuan informasi secara utuh. seperti halnya pemahaman ketika ada bantuan kepada masyarakat, sebelum bantuan di berikan, bagaimana masyarakat mengetahui sumber bantuan, juklak dan juknisnya, sehingga tidak akan bergejolak dikemudian hari.

Apalagi baru-baru ini sudah dikejutkan dengan adanya peristiwa di berbagai daerah di Madura. Bangkalan,  Sampang, dan pamekasan. yakni adanya operasi tangkap tangan terkait dana desa. Ini sudah cukup menjadikan pelajaran bahwa dana desa diberikan tidak semerta-merta begitu saja tapi penuh dengan peraturan dan UU yang harus diperhatikan dan dipatuhi demi suksesnya pembangunan di desa, sehingga keberadaan dana desa mampu memberikan perubahan terhadap desa, mulai dari infrastruktur yang sangat menyokong terhadap perekonomian masyarakat, dan unsur lainnya. tapi rupanya sampai saat ini hanya sebagian saja, masih banyak desa yang harus berbenah, sebelum semuanya terlambat.

_____
Penulis adalah pendamping desa Kecamatan Proppo Pamekasan.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment