Bupati Busyro keluhkan Keterbatasan Tenaga Pendidik Kepada Ketua MPR RI

JATIMAKTUAL-SUMENEP, Bupati Sumenep, A Busyro Karim keluhkan tentang kurangnya tenaga pendidik yang berstatus ASN di Wilayah kabupaten Sumenep kepada Ketua Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan, Senin, (18/9/2017) dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Graha Adi Poday Sumenep.

"Walaupun semua tenaga honorer diangkat jadi ASN, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Sunenep," ujar Busyro dalam sambutannya.

Menurut politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa ini, saat ini Sumenep masih kekurangan  tenaga pendidik sekitar 1400 yang berstatus ASN.

"Sementara kita tahu, jumlah honorer saat ini hanya sekitar 1300 orang," bebernya.

Diketahui, keberadaan tenaga honorer itu menyebar di 27 Kecamatan, baik daerah kepulauan maupun kecamatan daratan.

"Sumenep sangat luas, mempunyai 126 pulau, diantaranya 48 pulau berpenghuni," tutur Busyro dihadapan ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Terpisah, Ketua Forum Guru Honorer K2 Sumenep, Abd Rahman mengatakan, kesenjangan dan kesejahteraan guru honorer harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah.

"Tugas kami sama dengan ASN, bahkan bisa-bisa melebihi dalam mengajar karena 24 jam, sementara honor kami hanya Rp 350 ribu perbulan, kita punya anak istri, terus kita mau makan apa dengan gaji segitu," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong adanya regulasi baru, sehingga kesejahtetaan para guru honorer di bumi Sumekar diperhatikan. "Kita ingin gaji kami UMK, makanya kita dorong agar Pemda membuat regulasi itu," tandasnya.
_____
Kontributor : Mulyadi
Editor           : Ahmad

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment