Banner Bupati Achmad Syafi'i Tetap Terpajang, KOPAJAA Desak untuk Diturunkan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Terpampangnya banner mantan Bupati Pamekasan Achmad Syafi'i dan Plt Bupati Pamekasan Kholil Asyari yang mengucapkan "Selamat Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1939 H" di Areal Monumen Arek Lancor, tepatnya di sebelah timur Monumen Arek Lancor atau di depan Greja Pamekasan, mendapat kritikan pedas dari salah satu akun facebook, Selasa (19/09/2017).

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, dalam kritikan itu, tertulis di status pemilik akun Facebook "Kopajaa Pamekasan" yang menuliskan, "Bapak "KORUPTOR" Pamekasan Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah Semoga Betah Mondok Di KPK," tulisnya di status yang juga menguploud foto banner tersebut.

Selain itu dibawah tertulis "Lapeggek Onggu Orak Toduseh, Habis Ucapan Idul Adha Lanjut Keucapan Tahun Baru Hijriyah, Maskeh Etahan Pakkun Ngocak SELAMAT Coyyy," tulisnya dibawah tulisan "KORUPTOR".

Saat dimintai keterangan terkait penulisan status seperti itu, pihaknya menjelaskan melalui via Messenger, "Kalok menurut perspektif saya sangat tidak pantas secara etika, moral sebagai seorang mantan birokrasi lebih-lebih dari segi kearifan lokalnya, karena kita ketahui bersama dia sudah di OTT oleh KPK itu jelas sudah melukai hati dan perasaan rakyat pamekasan yang selama ini di dzolimi dengan di ambil hak-haknya. Alangkah lebih gentel dan bijaknya kalo buat benner/baliho besar dengan ucapan PERMOHONAN MAAF kepada seluruh lapisan masyarakat Pamekasan, karena sudah tidak bisa menjalankan amanah yang telah dipikulkan oleh masyarakat selama 5 tahun ini," pesannya.

Perlu di ketahui pasca OTT wali kota Tegal disana semua birokrasi mencopot semua baliho-baliho, benner-benner yang ada kaitannya dengan si Wali Kota tersebut, bahkan katanya dikantor-kantor pemerintahan foto Wali Kota tersebut juga diturunkan, ini baru sesuai dengan budaya ketimuran kita yaitu "Malu Kalau Korupsi"," jelasnya.

"Saya harap di kabupaten Pamekasan yang dikenal dengan julukan Gerbang Salam ini juga meniru kepada budaya malu yang dilakukan oleh pemerintah," tutup pesannya.

Sehingga berita ini diturunkan, dalam postingan Kopajaa Pamekasan itu mendapat 138 komentar yang terus bertambah dan mendapat 3 orang pembav

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment