Banner Bupati Achmad Syafi'i Tak Berizin, Pemkab Pamekasan Bungkam.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Setelah mendapat kritikan pedas dari aktivis KOPAJAA Pamekasan terkait terpampangnya banner Bupati Pamekasan Achmad Syafi'i dan Plt Bupati Pamekasan Kholil Asyari yang mengucapkan "Selamat Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1949 H" di areal Monumen Arek Lancor Pamekasan, tepatnya di sebelah timur Monumen Arek Lancor atau di depan Greja Pamekasan. Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terkesan bungkam, Senin (25/09/2017).

Yang menjadi persoalan awal bagi KOPAJAA Pamekasan pada saat banner itu terpampang, ialah terletak pada status Bupati Achmad Syafi'i yang saat ini sedang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, namun masih tetap memangpangkan banner yang berstatus sebagai Bupati Pamekasan dan seolah masih tetap memegang kekuasaan penuh di Kabupaten Pamekasan ini. Padahal, kini status Kholil Asy'ari sebagai Plt Bupati Pamekasan, yang sudah di angkat dan di sahkan langsung oleh Gubernur Jatim.

Sunarto selaku Kabid Penyelenggaraan Perijinan saat dikonfirmasi jatimaktual.com di ruangannya mengatakan, bahwa dalam surat izin peletaan banner ucapan milik Bupati Achmad Syafi'i tidak ada izinnya.

"Banner tidak ada izinnya," jelas Sunarto kepada jatimaktual.com.

Lebih lanjut Sunarto menjelaskan, bahwa untuk wewenang untuk penurunan banner itu bukan ranahnya melaikan ranah SatPol PP.

"Jadi, untuk penurunan banner bukan ranahnya sini, melaikan ranah SatPol PP," ucapnya.

Sedangkan M. Yusuf Wibiseno Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP mengatakan, bahwa pihaknya tidak bisa asal menurunkan terkait adanya banner Bupati Achmad Syafi'i itu, karena pihaknya masih tidak dapat perintah dari intansi yang bersangkutan. Dan pihaknya pun bisanya hanya menunggu bola saja tak bisa menjemput bola.

"Kami tidak bisa asal menurunkan jika tidak ada perintah dari instansi yang bersangkutan. Jadi, jika tidak ada perintah kami diam, jika ada perintah kami bergerak. Istilahnya, kita hanya bisa menunggu bola, bukan menjemput bola," ujar M. Yusuf.

Selain itu, pihaknya seolah kebingunan siapa yang memasang banner itu, dan siapa pemilik tempat papan reklame itu.

"Untuk yang masang saya tidak tau, yang pasti kami sudah sesuai dengan undang-undang. Dan untuk pemilik reklamenya silahkan tanya sendiri, entah itu milik Kabag Umum atau Kominfo saya kurang tau," jelasnya.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment