Aktifis Gresik Dikriminalisasi, Aliansi Komisariat PMII di Banyuwangi Bersikap

JATIMAKTUAL, BANYUWANGI,- Kriminalisasi aktifis oleh Polres Gresik (5/9) menuai kecaman dari berbagai kalangan Mahasiswa pergerakan di berbagai daerah, ada 7 orang ditangkap setelah melakukan penolakan revitalisasi Alun-Alun jantung kota itu, disinyalir merupakan pelemahan terhadap perlawanan aktifis dalam rangka penolakan pembaharuan alun-alun yang nantinya akan  merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di kota industri tersebut.

Setelah menunggu sejak kemarin malam (8/9) para aktifis yang tergabung dengan aliansi komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi, Komisariat PMII Sekolah Tinggi Islam Blambangan dan Universitas Bakti Indonesia (STIB dan UBI), dengan  komisariat PMII Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) melakukan aksi solidaritas yang berbentuk mediasi dengan Kepala Polisi Resort (Ka.Polres) Banyuwangi.

Puluhan mahasiswa pergerakan terlihat menunggu dan menginginkan untuk bertemu dengan pimpinan polisi daerah tersebut secara langsung,  namun setelah menunggu lama sejak jam 08.30 hingga jam 12.30, Ka.Polres belum bisa ditemui.
“Pimpinan kami sedang ada acara di Surabaya”, AKP Bambang TB menyampaikan, beberapa jam menunggu, setelah waktu istirahat  permintaan sahabat-sahabat untuk bermediasi kemudian difasilitasi langsung oleh Kasat Intelkam (AKP Bambang TB) sebagai perwakilan dari Ka.Polres, kemudian mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Komisariat PMII Banyuwangi tersebut di berikan waktu untuk menyampaikan maksud dan tujuan menginginkan bertemu dengan pimpinannya tersebut.

Pertama, “Tentang persoalan Kriminalisasi terhadap aktifis penolakan revitalisasi alun-alun di kota Gresik, terkait dengan hal itu kami menginginkan agar bapak mau menyampaikan aspirasi kami, kepada Kapolda Jawa Timur agar sahabat-sahabat yang tertangkap di Polres Gresik segera dibebaskan. Kedua, kami menghimbau kepada pihak aparat keamanan agar tidak terjadi lagi kriminalisasi terhadap segala bentuk perlawanan selanjutnya, karna sudah jelas dalam undang undang nomer 9 tahun 1998 pasal 1  ayat 1 (kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undanganyang berlaku)”, disampaikan oleh Ach.Faizal selaku wakil ketua III komisariat PMII STIB dan UBI.

Hal senadapun disampaikan oleh Fadli Afdlolur Rizal sebagai ketua komisariat PMII STIB dan UBI, “anggota keamanan merupakan sebagai patner kami, namun sangat disayangkan dengan kejadian akhir-akhir ini, berupa penangkapan yang dilakukan oleh pihak satuan polisi pamong praja (satpol PP) kota Gresik terhadap aktifis penolakan disana,  yang semestinya memberikan rasa aman dan nyaman terhadap warga di setiap kalangan, pun tidak terlepas pada saat menyampaikan sebuah aspirasi maupun penolakan terhadap sebuah kebijakan pemerintah”.

Wahyu dwi Andika menambahkan, “kami menyampaikan terima kasih kepada pihak Ka.Polres, karna sudah mau memfasilitasi kami untuk melakukan mediasi mengenai tragedi penangkapan sahabat-sahabat pergerakan di Gresik, Ketua Komisariat PMII UNIBA inipun, juga berharap agar berbagai aspirasi sahabat-sahabat tadi bisa disampaikan langsung terhadap Ka.Polda Jawa Timur, supaya kejadian yang serupa tidak terulang lagi di daerah-daerah lain, khususnya di lingkup Provinsi Jawa Timur”.

“kami sangat mengapresiasi kepada teman-teman PMII Banyuwangi yang pro-aktif dalam melakukan aksi melakukan komunikasi sehingga tidak terjadi miskomunikasi, yang perlu teman-teman ketahui, bawasanya Polri tidak ada tendensi lain, silahkan teman-teman melakukan aksi namun demikian tolong batasan-batasan keamanan ini tetap dijaga. Seperti yang dikatakan saudara faizal, itu benar namun haminus 3 kegiatan, surat pemberitahuan harus masuk, kemudian aksi, namun tidak serta merta orang yang melakukan aksi ini kebal hukum, mana  kala dalam tuntutannya atau dalam aksinya masih koridor tidak ada pertentangan dengan hukum, maka ini akan diamankan, dalam artian dilakukan pengamanan secara responsif. Namun terkait dengan kejadian penangkapan di gresik, asumsi saya terjadi ajakan-ajakan yang terlalu provokatif atau mengandung sara, sehingga terjadi penangkapan oleh Polres Gresik”, AKP Bambang TB menyampaikan.

AKP Bambang TB menambahkan, “Mana kala kegiatan-kegiatan bisa bersinergi, teman-teman PMII seperti yang dikatakan mas fadli tadi, merupakan patner, namun secara SOP (standart oprasional prosedural) mempunyai tanggung jawab masing-masing, tetapi dalam setiap tanggung jawab ini tidak boleh terjadi ego-sentris, bagaimana sama-sama mencari solusi salah satunya dengan bermusyawarah sesuai dengan undang-undang, musyawarah mufakat. Saya berharap dari teman-teman bisa mendobrak rasa nasionalis, kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat, apa sih yang namanya demokratis, bagaimana mengajukan pendapat dimuka umum yang sesuai dengan undang-undang, tapi apapun yang anda kawal tetap mengena, sifatnya bukan konfrontasi, kalau konfrontasi banyak rusuhnya”.

Maka dari itu terkait dengan aspirasi teman-teman terhadap kejadian di Gresik akan kami tampung, dan akan dilaporkan kepada pimpinan kami (AKP Bambang TB).
Kabag ops kompol samsudin menambahkan,“pentingnya sinergitas, soliditas, semua komponen yang ada di Banyuwangi, tentunya perlu saling mendukung untuk sama-sama memberikan konstribusi, memberikan warna terhadap Banyuwangi, terima kasih kepada rekan-rekan ketika diluar sana terjadi miss-komunikasi antara aparat dengan Mahasiswa, rekan-rekan melakukan solidaritas, komunikasi untuk mencari solusi khususnya teman-teman PMII Banyuwangi. Untuk mengurangi kesenjangan, karna kesenjangan di sebabkan oleh miss-komunikasi. Potensi-potensi masalah supaya tidak menjadi persoalan yang alot, sehingga di Banyuwangi ini terlain kondisi yang aman, dan kondusif.

Beliau juga mengapresiasi terhadap teman-teman pergerakan, “Dengan melalui persoalan-persoalan diluar, kita jadikan pelajaran untuk mengupayakan kejadian seperti ini tidak terjadi di Banyuwangi, silaturrahmi tetap kita jalin, agar keamanan di Banyuwangi senantiasa terjamin” (Kabag ops kompol samsudin).

Oleh : Kader PMII STIB dan UBI
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment