8 Bulan Jatah Raksin Mandek, Warga Desa Banyupelle Pamekasan Mengeluh.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Maraknya kong-kalikong dalam persoalan yang terjadi pada bantuan beras miskin (Raskin) membuat kalangan masyarakat resah. Seperti halnya keresahan itu di ucapkan oleh masyarakat Desa Banyupelle Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan.

Pasalnya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belakangan ini, selama 8 bulan terakhir, terhitung sejak bulan Januari-September 2017, belum menerima bantuan Raskin untuk Keluarga Sejahtera (Rastra), Rabu (27/09/2017).

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com atas pengakuan masyarakat, bahwa terkait hal tersebut hingga saat ini tidak ada kejelasan apapun. Jadi, dugaan kuat tidak tersalurnya raskin tersebut, karena adanya kong-kalikong, sehingga masyarakat Desa Banyupelle tidak mendapatkan jatah Raskin selama berbulan-bulan lamanya.

Rian Hidayat selaku salah satu Aktivis Mahasiswa Pamekasan sekaligus warga setempat mengatakan, bahwa pihaknya merasa kecewa terhadap tidak adanya kejelasan terkait Raskin di desanya tersebut. 

"Padahal, itu hak rakyat yang mungkin bukan hal yang tabu lagi di kalangan petinggi desa dan juga masyarakat Banyupelle," ucapnya.

"Harusnya Pimpinan tertinggi desa Banyupelle bisa bertanggung jawab dan memberi pengayoman penuh terhadap masyarakat Banyupelle, karna kepala desa di percaya membuat masyarakat sejahtera bukan malah sebaliknya mebuat rakyat sengsara," paparnya.

Syafaruddin Arif selaku Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XII Madura mengatakan, "Data yang ada di kami, untuk desa Banyupelle hanya menebus alokasi bantuan rastra hanya satu kali, pada bulan Juni 2017. Jadi selama delapan bulan tidak ditebus," katanya saat dimintai keterangan oleh awak media di kantornya.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment