3,5 M Tunggakan Pelanggan PLN Pamekasan Pada Tahun 2017

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Kurangnya kesadaran masyarakat Pamekasan terhadap penggunaan arus listrik yang digunakannya sehari-hari, sehingga terjadilah tunggakan pembayaran listrik yang sangat tinggi pada tahun 2017, yang mencapai 3,5 Miliyard.

Rupanya, tunggakan yang arus listrik bukan hanya dialami pada tahun 2017 saja, melaikan pada tahun 2016 juga mengalami tunggakan yang lumayan tinggi, senilai 2,5 Miliyard.

Novi Widia Ningsih selaku Manager PLN Rayon Pamekasan mengatakan, "Tahun ini Kecamatan Kota Pamekasan merupakan Daerah yang paling tinggi tunggakannya. Akan tetapi kesemuanya itu merupakan pelanggan golongan ekonomi lemah untuk semua Tarif," ujarnya saat diwawancarai jatimaktual.com di Kantor Barunya Jl. Jokotole timur SMPN 5 Pamekasan, Sabtu sore sekitat pukul 15.00 WIB (08/09).

"Tunggakan Pelanggan Aliran Listrik ini, meliputi Kecamatan Proppo, Palengaan, dan Kecamatan Kota. Kesemuanya itu, meliputi Desa Serambah dan Desa Panagguan Kecamatan Proppo serta Desa Bugih dan Desa Laden Kecamatan Kota Pamekasan," ujarnya.

"Tunggakan yang dialami pada tahun 2017 ini 3,5 M dan untuk tahun 2016 sekitar 2,5 M. Jadi, total keseluruhan tunggakan pembayaran itu sebesar Rp 6 Miliard terhitung hingga bulan September 2017 ini. Artinya itu adalah hutang masyarakat pada negara. Lain lagi yang dicuri," jelasnya.

"Jika melanggar batas waktu itu, maka akan dilakukan tindakan Pemutusan dan bongkar KWH Pelanggan yang dalam hal ini kami melibatkan Muspika Daerah setempat," tegasnya.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment