Sambut Hari Anak Nasional, Mengabdi di Desa Kendi

JATIMAKTUAL, SURABAYA,- Sampai hari ini di lingkungan desa minat lanjut belajar di pendidikan tinggi kurang dapat perhatian, ditambah lagi budaya pernikahan dini dan bekerja di perkotaan masih marak, salah satunya di Desa Tulungagung Kecamatan Malo. Hal ini malah menjadi daya tarik tersendiri bagi sekumpulan Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya asal Bojonegoro untuk mengambil peran dalam mengatasi problematika desa yang wilayahnya dikelilingi sungai Bengawan Solo tersebut.

Mahasiswa yang menamakan organisasinya Sunan Ampel Student from Bojonegoro (SASB) mencoba masuk dalam dunia anak-anak untuk menggali potensi yang terpendam, dalam waktu empat belas hari para mahasiswa mengasah berbagai bakat anak-anak tingkat Sekolah Dasar dan berhasil menampilkannya di depan masyarakat dan pemuda desa, (22/07/17).

Bertepatan esok harinya merupakan Hari Anak Nasional, sambil membagikan sertifikat serta hadiah untuk para juara lomba adzan, tartil, sambung ayat dan kelereng yang diselenggarakan minggu kemaren. Pada sabtu malam anak-anak Tulungagung berhasil perform, beragam pempilan di antaranya Tarian Adat, Tarian Kun Anta (modern), Da’i Cilik dan Musabaqah Syarhil Qur’an. Acara ini juga dimeriahkan Hadrah Asy-Syukaro Tulungagung, Banjari Al-Hidayah SASB, Paduan Suara dan Teater SASB.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat, perangkat desa, tokoh agama dan karang taruna karena banyak membantu segi moral dan material buat menyukseskan acara Malam Puncak SASB ini yang menjadi penghujung kegiatan pengabdian masyarakat tahun ini” ujar Dzaky selaku Ketua Panitia.

Kegiatan yang disponsori Pemkab Bojonegoro, Babbeda Bojoegoro, Mawar Group dan Cicak Rowo tersebut diakhiri dengan pengajian yang disampaikan KH Abdul Aziz pengasuh Pondok Pesantren Baitul Izza Dander, tausiyahnya beliau begitu memupuk semangat pemuda dan mahasiswa.

“Mengabdi itu seperti mondok di pesantren” pesan Pak Yai Aziz, sapaan beliau. Budiyanto sebagai Kepala Desa Tulungagung apresiasi atas motivasi dan inspirasi SASB pada anak untuk selalu belajar, “ya.. semoga pasca kegiatan ini akan banyak anak yang mau kuliah, kami dari perangkat desa patut berterimakasih banyak” terangnya.

Kedatangan SASB juga menjadi momentum bagi Karang Taruna untuk bangkit kembali dari tidurnya selama dua tahun, “adanya para mahasiswa di sini mengembalikan semangat dan berkat kerjasamanya kegiatan-kegiatan kami sangat terbantu” cetus Lasmiran.

Pewarta : Ruri
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment