Rebutan Lahan Garam 15 Hektar, Pendemo Ricuh Dengan Petugas Keamanan.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan bersama masyarakat Desa Tanjung Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan gelar aksi demonstrasi, demi mempertahankan aset negara/tanah negara yang seluas 15 Hektar, Jum'at (04/08/2017).

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com, ratusan massa aksi demonstrasi tersebut sempat terjadi kecekcokan dengan petugas keamanan Resot Polres Pamekasan. Kericuhan tersebut terjadi karena ratusan massa demonstrasi dihadang oleh petugas keamaan saat hendak berusaha menghadang alat berat yang akan melakukan pemagaran lahan garam.

Aset negara/tanah negara seluas 15 Hektar tersebut berlokasi di Dusun Duko Desa Tanjung Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, yang di upayakan akan dikuasai oleh oknum pengusaha asing dengan memakai orang-orang pribumi, dengan cara tidak struktural atau tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut korlap aksi tersebut, tanah tersebut memang menjadi hak guna pakaj atau hak garap PT. Wahyu Jumiang pada tahun 1988. Namun tanah tersebut tidak dimanfaatkan sama sekali, sampai berakhirnya masa berlaku sertifikat hak garap No. 2 dengan surat ukur No. 394 pada tahun 1998.

Namun tiba-tiba pada tahun 2001, BPN Pamekasan menerbitkan sertifikat atas tanah tersebut sebagai hak milik H. Syafii CS.

Padahal, semuanya sudah sangat jelas berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Bupati Pamekasan Nomor 143/1775/441/111/2007 pada tanggal 04 Oktober 2007, perihal untuk memperhentikan penggarapan tanah negara tersebut.

Massa aksi demonstrasi tersebut meminta kepada Pihak Polres Pamekasan untuk segera melakukan penyelidikan dan sertifikat hak milik 15 Hektar, dan meminta Pihak Polres Pamekasan untuk segera memanggil BPN Pamekasan dan pemegang sertifikat tanah tersebut, yang diduga melanggar hukum, dan meminta Pemerintah untuk pto aktiv untuk membantu masyarakat.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment