Program KKN : Merubah Masyarakat Tertinggal Menuju Masyarakat Berkembang

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- Agent Of Change adalah gelar yang disandangkan kepada mahasiswa dalam melaksanakan kegiatannya karena sering memberikan semangat kepada masyarakat untuk melakukan sebuah perubahan, perubahan dari yang jelek menjadi baik, dari yang baik menuju yang lebih baik dan begitu seterusnya. Dan bulan ini telah berlangsung Kegiatan Kuliah Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa STAI At Taqwa di desa Mrawan kecamatan tapen.

Dalam minggu pertama mahasiswa melaksanakan kegiatan KKN di desa mrawan, banyak hal yang telah didapatkan dari masyarakat ketika melakukan observasi dan silaturrahmi ke tokoh masyarakat, tokoh agama, toko pemuda ataupun hasil interview dengan apartur desanya. Tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya ibarat disambar petir disiang bolong ketika mengetahui letak geografis dan kultur yang ada.

Desa marawan yang terdiri dari 2.276 jiwa (laki-laki 1106 dan perempuan1170), dengan batas wilayah sebelah utara: desa taal dan kalitapen, sebelah selatan: desa mangli wetan dan gunung anyar, sebelah timur : desa taal dan sebelah barat: desa kalitapen dan gununganyar, ditambah dengan luas daerah 384, 2 Ha yang secara mayoritas tanah persawahan sehingga kebanyakan dari penduduk ini berprofesi sebagai buruh tani dan petani. Dengan Kondisi sosial, ekonomi, kultural, ekologis, demografis, dan politis yang ada di desa tersebut masih tergolong jauh dari harapan pemerintah.

Hasil observasi mahasiswa dan interview dengan tokoh masyarakat yang ada, sehingga bisa menghasilkan beberapa program yang bersifat kolaborasi antara program mahasiswa dengan kondisi riil masyarakat mrawan.

Pertama, Kegiatan Keagamaan. Secara geografis masyarakat mrawan tergolong terpisah antara dusun yang satu dengan dusun lainnya, sehingga ada kesulitan mengadakan acara pengajian atau Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) apalagi untuk menghadirkan kiai atau muballigh, sehingga masyarakatnya cendrung kurang memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam secara sempurna, terbukti sangat minimnya jamaah sholat jumat, jamaah sholat lima waktu, kegiatan keagamaan yang ada hanyalah bersifat perkumpulan antar dusun seperti sholawatan, yasinan dan kifayahan dengan jumlah yang sangat terbatas. Hal ini menjadi motivasi mahasiswa untuk mengadakan pengajian dengan menghadirkan kiai atau ulama terkemuka untuk memberikan mauidhoh dan fatwa-fatwa pentingnya ajaran agama islam, disamping itu juga mengikuti acara rutinitas mereka dengan diselingi kultum atau tanya jawab seputar persoalan agama.

Kedua, kegiatan sosial. Ada hal yang tidak pada biasanya terjadi di desa yaitu hidup gotong royong. Di lokasi KKN ini gotong royong merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan karena banyak faktor yang melatarbelakanginya. Antara lain letak dusunnya yang berjauhan antara yang satu dengan lainnya, adanya kesibukan kerja dan bahkan terjadinya dis komunikasi antar tokoh masyarakat yang ada. Program yang dilakukan oleh peserta KKN adalah silaturrahmi antar tokoh dan mengajaknya duduk bersama menyelesaikan kesenjangan sosial yang terjadi di desa, selain itu, mahasiswa menjadi mediator untuk terjalinnya hidup bergotong royong dengan cara melakukan musyawarah desa dan dusun dalam program unggulannya “ Posdaya Berbasis Masjid “. Salah satu kegiatan rutinitasnya adalah “Jumat Bersih” di halaman masjid dengan memprioritaskan masyarakat sekitar masjid, selain itu mahasiswa juga melaksanakan program bersih-bersih kuburan dengan meminta semua ahli warisnya yang menempati kuburan tersebut untuk menjaga dan merawatnya.

Ketiga, kegiatan pendidikan. Masyarakat Mrawan lebih mengutamakan hasil daripada proses. Dari data statistik desa didapatkan hanya 90 orang yang lulus SD/ sederajat, 78 lulusa SMP dan 13 orang yang bergelar sarjana. Dari beberapa siswa dan wali siswa yang diinterview, mereka berpendapat anaknya yang penting naik kelas walaupun nilainya tidak memuaskan. Keinginan belajar mereka juga kurang dan bahkan buku pelajarannya senantiasa ditinggal disekolah sehingga tidak ada potensi untuk mengerjakan PR atau belajar kelompok diluar sekolah. Kasus ini yang memotivasi mahasiswa STAI untuk memberikan Bimbingan Belajar (BIMBEL) pada siswa SD Mrawan dengan mengklasifikan jenjang siswa, kegiatan ini dilaksanakan diluar jam efektif sekolah dan ditempatkan di Posko 6 KKN sehingga tidak menggangu siswa disekolah.

Hal itu semua tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan untuk mewujudkan cita-cita merubah masyarakat tertinggal menuju masyarakat berkembang sebagaimana yang diinginkan oleh pemerintah. Sesuai dengan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) posko 6 Bapak Abdul Wasik, M.HI menyampaikan bahwa ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam meraih cita-cita tersebut, antara lain mulai dari 3 M: Pertama, mulai dari diri sendiri. Masyarakat bukan tidak mampu dan tidak mau melakukan perubahan namun, mereka butuh inspirator dan motivator untuk melakukan sesuatu yang baik. Dalam kondisi seperti ini mahasiswalah yang harus memberikan inspirasi dan contoh kepada masyarakat dengan cara mengajak dan melakukannya secara bersama-sama “ Ibda’ Binafsik”. Kedua, mulai dari sesuatu yang kecil. Merubah dunia tidaklah bisa tanpa dimulai dari desa, begitu juga merubah kultur desa harus dimulai dari masing-masing dusun dan begitu seterusnya. Oleh karena itu kegiatan demi kegiatan yang akan dilakukan harus dimulai dari perdusun sampai mengumpulkan masyarakat seluruhnya, dan kegiatan itu harus konsisten dan berkelanjutan sehingga tujuan betul-betul tercapai sesuai dengan target yang diinginkan. Ketiga, mulai dari saat ini. Ada sebuah motto “ Rencanakan Kerjamu Dan Kerjakan Rencanamu ”. Motto ini sesuai dengan target kegiatan KKN.

Kegiatan demi kegiatan yang akan dilaksanakan harus sesuai dengan rencana, kegiatan yang harus dilaksanakan hari ini jangan pernah menunda hari esok untuk direalisasikannya. Begitu juga kegiatan yang sudah dilaksanakan setidak-tidaknya ada evaluasi kesuksesannya, sehingga ketika ada kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan tidak terulang kembali pada kegiatan berikutnya. Insyallah dengan 3 M tersebut, cita-cita merubah masyarakat tertinggal menuju masyarakat berkembang akan sesuai dengan tujuan.

Dari motivasi DPL itulah yang mendorong dan memberikan semangat peserta KKN STAI At Taqwa di desa Mrawan sangat optimis programnya merubah Desa Mrawan yang tertinggal menuju desa yang berkembang bisa tercapai sesuai dengan target yang diinginkan.

Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment