Demi Rekrutmen Maba, Pejabat Ormawa FMIPA UM Salah Gunakan Jabatan. -->
Cari Berita

Demi Rekrutmen Maba, Pejabat Ormawa FMIPA UM Salah Gunakan Jabatan.

Friday, August 18, 2017

JATIMAKTUAL, MALANG,- Kamis, 17 Agustus 2017. Pemberian tugas dalam rangka PKKMB Fakultas MIPA UM (Universitas Negeri Malang) 2017 menuai kritik keras. Pasalnya, dari beberapa tugas yang dibebankan pada mahasiswa baru FMIPA UM 2017 diantaranya mengandung unsur politik praktis dengan menyalahgunakann jabatan petinggi ormawa Mipa. Dari beberapa tugas itu, salah satunya adalah maba wajib menulis CV atau biodata diri dari para ketua HMJ. Sesuai jadwal, maba pulang pukul 13.00 WIB namun, karena tugas tersebut maba harus mencari biodata para ketua HMJ dan wajib mendapat tanda tangan sekaligus.

Namun yang terjadi adalah para ketua HMJ tidak kunjung terlihat batang hidungnya hingga sore hari. Kemudian muncuk pengumuman bahwa beberapa maba harus berkumpul di beberapa titik. Info tersebut disebar melalui grup whatsapp yang katanya resmi dan sudah legal dari DMF MIPA. Dengan modal percaya info pada grup tersebut, maba berbondong berkumpul. Ada yang di sekitar lapangan graha cakrawala, ada yang di sekitar sasana krida, dan beberapa titik lain. Sekitar pukul empat sore, beberapa maba baru mendapat tanda tangan.

Kemudian muncul arahan lagi melalui grup whatsapp bahwa bagi maba yang pada pagi hari melanggar aturan PKKMB harus mengambil KTM yang tadinya disita dan sekaligus dapat tanda tangan ketua  ormawa di Sumbersari gang 5 nomor 505 setelah maghrib.

Setelah di selidiki, alamat yang di maksud adalah alamat Sekretariat HMI Komisariat MIPA.

Pertanyaan besarpun muncul. Pengumpulan maba di Sekret HMI MIPA adalah pelanggaran serius terhadap PKKMB 2017. Hal ini sangat melanggar ATURAN PKKMB 2017 yang dimuat dalam ATURAN REKTOR NOMOR 9 TAHUN 2017 BAB IX PASAL 14 POIN 2 dan 3.

Melihat fakta ini, tidak sepatutnya para pemimpin ormawa yang harusnya melek profesionalitas menyalahgunakan jabatannya hanya sekedar untuk menghimpun maba di sekret mereka. Membawa dan mencampur aduk urusan organisai ekstra kampus(omek) dengan intra kampus sangat tidak mencerminkan profesionalitas.

Namun tidak bisa menutup mata, semua ketua ormawa dari HMJ, BEMFA, DMF semuanya berlatar belakang HMI. Membuat blunder tersendiri yang menyulitkan maba. Pelaksana dan pengawas PKKMB Fakultas adalah “saudara”, bahkan hingga berita ini turun tidak ada tanggapan apapun dari DMF MIPA selaku pengawas PKKMB Fakultas.

Berdasar pantauan dilapangan, sudah banyak maba yang melapor pada Wakil Dekan 3 MIPA namun belum juga ada tanggapan. Ada apa dengan MIPA? Sampai kapan MIPA mati dinamika? Politik Praktis dan penyalahgunaan wewenang di setiap sendi ormawa MIPA, sampai kapan? Sudah saatnya MABA mengerti dan tidak terus dibodoh-bodohi.

Kontributor : Zahrotul Aini
Publisher : Faisol