BELAJAR DARI SEBUAH KEBIASAAN

JATIMAKTUAL, ARTIKEL,- Kebiasaan merupakan sebuah tindakan yang sering dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sisi tertentu, hidup adalah sebuah arena bagi kita untuk “ Belajar dari sebuah kebiasaan”, hidup hanya diartikan untuk berlomba-lomba agar bisa menempati posisi yang paling depan, walaupun terkadang kita selalu mengharapkan yang lebih dari yang bisa kita capai, akan tetapi usaha yang kita lakukan hanyalah sebatas itu saja. Dan disisi lain, kita harus berfikir kembali atas kejadian yang telah berlalu, disitulah kita bisa memperbaiki diri yang kumuh ini. Seperti halnya kebiasaan membuang sampah sembarangan. 

Kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat telah tertanam di benak orang Indonesia sejak masih usia dini. Bagaimana tidak, orang tua secara tidak sadar mengajarkan cara membuang sampah yang tidak benar kepada anak-anak mereka. Itu bisa dilihat dari cara mereka dengan gampang melempar sebungkus sampah ke sungai atau di depan rumah yang dianggap hal yang remeh. Masyarakat kita secara umum mempunyai kesadaran yang rendah dalam hal memikirkan konsekuensinya. Parahnya lagi kebiasaan tersebut dari sebagian besar masyarakat kita tidak dianggap sebagai sesuatu yang salah. Sampah yang tertumpuk di sungai akan menyumbat aliran air dan dengan hanya sedikit curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya atau air kiriman dari daerah yang lebih tinggi, banjir sudah tidak bisa dielakan lagi.

Kurangnya kesadaran untuk mendidik dan memberikan contoh adalah hal yang perlu diperbaiki dan akan membutuhkan waktu yang lama supaya kesadaraan akan kebersihan dapat terciptakan. Kebiasaan untuk hidup sehat dan bersih tidak terlalu menjadi prioritas masyarakat karena masih banyak hal-hal yang lebih penting antara lain seperti memikirkan bagaimana memberikan makanan sehari-hari untuk keluarga, menjaga kesehatan keluarga, memberikan pendidikan untuk anak, dan lain sebagainya.

Menurut opini saya, orang kaya biasanya lebih bersih dan tidak membuang sampah sembarangan di rumah mereka. Akan tetapi masih banyak kebiasaan orang kaya yang kalau sudah di luar rumah atau lingkungan mereka, tetap saja membuang sampah sembarangan. Tidak sedikit saya lihat botol aqua kosong yang melayang keluar dari pintu kaca mobil di jalan tol maupun jalan- jalan umum. Menjaga kebersihan di dalam mobil itu baik, tapi bisa kan kalau sampah itu jangan dibuang keluar dari mobil yang sedang melaju di jalan umum. Karena, itu bisa membahayakan pengendara mobil lain yang sedang mengendara dijalan umum. Seharusnya bagi seseorang yang memiliki kendaraan berupa mobil maupun motor bisa menyediakan kantong sampah, setelah sampai di tempat tujuan kantong sampah tersebut bisa dibuang ke tempat yang semestinya. Yang menjadi pertanyaan kenapa sih orang yang punya mobil bisa jaga kebersihan di dalam mobil mereka tetapi tidak begitu peduli dengan kebersihan di jalan tol atau di jalan-jalan umum? Botol kosong yang berterbangan tidak hanya akan membuat mata sakit kalau pas kita ada di belakangnya mobil mereka, tapi kemungkinan besar akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas dijalan-jalan umum maupun dijalan tol.

Yang kita butuhkan itu adalah kesadaran diri untuk mau hidup sehat dan bersih, bukan hidup bersih karena takut dikenai denda sama pemerintah maupun pejabat yang lain. Berapapun besarnya denda, tetap saja orang akan curi-curi untuk buang sampah sembarangan, lagian kalau ketangkap, apakah dendanya akan masuk ke Pemerintahan, Ini akan membuka peluang baru untuk korupsi. Pertanyaannya siapa yang akan menjadi petugas untuk melakukan denda terhadap orang yang membuang sampah sembarangan? Jika hanya mengandalkan petugas saja, saya rasa tidak akan efektif karena hanya beberapa petugas yang harus ditempatkan di tempat-tempat umum. Pembuangan sampah sembarangan itu tidak hanya di tempat umum saja, tapi semuanya itu  bermula dari lingkungan hidup yang ada dilingkungan sekitar kita. 

Kita juga harus melibatkan masyarakat umum untuk membantu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing karena itu akan menjadi lebih efektif dan efisien. Masyarakat harus berani menegur orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuat sampah sembarangan. Sering  kali hal-hal seperti ini tidak akan terjadi karena, masyarakat meraka kalau menegur orang yang tidak dikenal pasti mereka takut dan juga tidak akan disukai, kalau negur orang yang tidak dikenal malah akan terjadi percecokan atau malah terjadi perkelahian. Pemerintah harus secara rutin melakukan kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya akan membuahkan hasil yang diinginkan. Dan kita harus mengajarkan cara buang sampah yang benar terhadap anak-anak, baik di rumah atau di tempat-tempat umum. Selain itu kita harus meberikan contoh dilingkungan kluarga dengan cara memberikan dua jenis tong sampah yang bisa membedakan sampah organic dan juga anorganik dilingkungan rumah.

Masyarakat yang biasanya tinggal dibantaran sungai akan lebih mudah membuang sampah kesungai dari pada ke dalam tong sampah. Adanya iuran bulanan dan tidak tersedianya tong sampah yang cukup oleh pemerintah, masyarakat dengan mudah membuang sampah kesembarang tempat. Adanya tanah kosong yang tidak ditempati yang dipenuhi oleh samapah-sampah, masyarakat biasanya diam-diam cari waktu sepi untuk membuang sampah ditanah kosong tersebut. Berawal dari satu orang yang membuang sampah ditanah kosong tersebut pasti akan menjadikan sebuah permaslahan karena orang lain pasti pada ikut-ikutan membuang sampah ditanah kosong itu, dan juga tanpa disadari tanah yang kosong sebelumnya telah terpenuhi sampah-sampah dan bau sampah yang menyengat pasti akan menjadi sebuah persoalan dilingkungan tersebut. Harusnya pemerintah pusat menyediakan tong sampah gratis untuk semua masyarakat yang tidak mampu dan masyarakat tidak dipunggut biaya iuran sampah, dengan begitu sampah akan diambil pada jadwal yang ditentukan. Karena, petugas kebersihan tahu betul rumah mana yang bayar iuran sampah dan yang mana yang tidak membayar iuran sampah, sehingga hanya mengambil sampah dari tempat-tempat tertentu.

Dari penjelasan teks diatas bisa kita ambil poin yang sangat penting, bahwa sebuah kebiasaan dapat menjadikan sebuah pembelajaran untuk kita dan juga menjadi pembelajaran dilingkungan sekitar kita, meskipun itu kebiasaan baik maupun kebiasaan yang buruk. Selain itu, tidak ada satupun yang akan sia-sia dalam melangkah kedepan menjadi pribadi yang lebih baik. Bergaul dengan orang yang disekitar kita, akan mengajarkan manusia memiliki pribadi yang baik, dan juga bercerminlah kepada orang yang akan menjadikan jalan kita kedepannya menjadi baik.

Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment