Usai Audiensi ke Mapolres Pamekasan, FMDT Lanjut Ngeluruk Kantor Satpol PP dan DPRD Pamekasan.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Setelah lakukan Audiensi ke Mapolres Pamekasan, sekitar pukul 09.00 WIB, Forum Masyarakat Desa Tlanakan (FMDT) bersama Tokoh Ulama' setempat langsung meluruk kantor Satpol PP dan DPRD Pamekasan, Senin (31/07/2017) pada siang harinya, sekitar pukul 11.30 WIB.

Maksud kedatangannya FMDT ke kantor Satpol PP ini atas petunjuk Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, S.H. S.I.K, menindak lanjuti persoalan tidak ditutupnya tempat karaoke Wiraraja oleh Pemkab Pamekasan.

Mahrus Ali selaku Korlap FMDT mengatakan, “Alhamdulillah di Mapolres kita disambut dengan baik oleh Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, S.H. S.I.K. Beliau menyampaikan kepada kami agar ditindak lanjuti ke Satpol PP karena Polres bukan ranahnya untuk melakukan tindakan penutupan tempat karaoke,” terang Mahrus Ali.

Kedatangan FMDT bersama Tokoh Ulama' ke kantor Satpol PP awalnya juga disambut dengan baik. Namun, seketika suasana berubah menjadi tegang saat berdialog soal penutupan tempat karaoke yang dinilai tebang pilih. Pihak dari FMDT tetap mengotok kepada Satpol PP untuk segera menutup paksa tempat karaoke Wiraraja sebelum pihaknya yang bertindak sendiri.

“Kami sudah muak dengan janji-janji, pokoknya Satpol PP harus tegas dalam melakukan tindakan penutupan tempat karaoke Wiraraja, dan kami minta hari rabu mendatang (02/08) Satpol PP bisa mendampingi kami untuk melakukan penutupan paksa tempat tersebut,” Ucap Abdus Salamsyah salah satu orator FMDT.

Sementara itu, Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP M. Yusuf Wubisono, tidak bisa berkomentar banyak terkait persoalan tersebut, karena apa yang telah ia lakukan sesuai dengan perintah dan prosedural dari Pemkab Pamekasan.

“Yang jelas tindakan kami sudah sesuai prosedural dan akan kami tindak lanjuti lagi. Untuk masalah permintaan FMDT tadi, kami tidak bisa berbuat banyak dan yang pasti kami tetap berprinsip kepada prosedural,” jelas M. Yusuf Wubisono.

Merasa dirinya tak puas dengan aksi ngelurug kantor Satpol PP. Sekitar pukul 13.15. WIB, massa FMDT bersama Tokoh Ulama' langsung mendatangi kantor Komisi I DPRD Pamekasan.

Maksud kedatangannya tersebut, tak lain hanyalah menuntut janji pihak terkait yang sebelumnya akan melakukan tindakan penutupan paksa, terhitung 7 hari kerja.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment