Tunbuhkan Cinta dengan Halal Bihalal Keluarga Besar HMP PGMI UINSA Surabaya

JATIMAKTUAL, SURABAYA, -Di pagi yang cerah dan masih diselimuti suasana hari yang fitri di bulan syawal ini, puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Dengan rahman dan rahimnya, bertempat di depan gedung Fakultas Tarbiyah kami keluarga besar HMP PGMI UINSA SURABAYA dapat berkumpul untuk melepas kangen yang dikemas dalam acara HALAL BI HALAL yang insyaallah banyak manfaatnya. Kehangatan tercipta sesama keluarga HMP meskipun hanya di hadiri separuh dari jumlah keseluruhan anggota.
           
Seperti hakikat dari halal bihalal sendiri yang dikonsep oleh salah satu pendiri NU Kyai wahab hasbullah, yang pada saat itu dimintai saran oleh presiden soekarno untuk mengumpulkan petinggi-petinggi elit politik untuk saling memaafkan dan dapat bertatap muka demi menyatukan pikiran.
          
Sebagaimana dituturkan oleh KH Fuad Hasyim (alm) dari Buntet Cirebon, penggagas istilah halal bi halal ini adalah KH Abdul Wahab Hasbullah, seorang ulama besar Indonesia yang karismatik dan berpandangan modern, hidup pada masa penjajahan dan masa-masa awal Negara Indonesia.
           
Selain acara HALAL BIHALAL dengan melihat semakin dekatnya hajatan besar HMP PGMI yakni Festifal Nasional PGMI 2017 sekalihgus memperingati Haflah Miladiyah Program Studi PGMI UINSA SURABAYA diadakan pemantapan persiapan acara tersebut.
           
Acara dimulai dengan bagaiman kesiapan dari setiap Devisi yang telah di bentuk, disini kekurangan didiskusikan bersama untuk menemukan solusi yang terbaik atas masalahnya.
           
"Kekurang semangat dari setiap anggota itu dikarenakan kurangnya cinta terhadap tugas yang diemban tiap devisi. Karena dengan rasa cinta kita akan berkorban demi tugas yang sudah diamanatkan." Ujar Farida.
           
Saran yang memotifasi dari panitia SC untuk seluruh panitia yang ada, untuk selalu menjaga komunikasi dan keakraban.
           
Sebagai penutup acara saling salam dan memaafkan antar keluarga HMP PGMI di depan gedung FTK UINSA, pesan penutup acara dari ketua HMP PGMI mas Rozi "Dalam hidup ini banyak ragam budaya bahwasanya banyak guru yang pandai dalam hal akademis namun dalam hal yang dapat membanggakan lembaganya kurang bahkan belum ada. Sebagai penerus guru harus banyak belajar dan berproses untuk menjadi guru yang berguna bagi nusa bangsa tidak hanya bisa mengajar, semakin kita bergerak dalam belajar kita akan semakin cerdas, tiga kata yang harus dipegang  YAKIN, BERDOA, dan DUKSES.

Oleh : Ahmad Rizal Fannani

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment