Lahan Hendak Diserobot Perhutani, Warga Sumber Waru Meradang.

JATIMATUAL, BONDOWOSO,- Puluhan warga Desa Sumber Waru, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur meradang dan mendatangi kantor Desa setempat. Pasalnya, Perhutani diduga hendak melakukan penyerobotan terhadap lahan milik mereka.

Al Walid, Kepala Desa Sumber Waru yang mencoba memfasilitasi  keluh kesah warganya menyambut kedatangan mereka di Balai Desa Setempat, Selasa (11/07).

Al Walid mengatakan pihaknya memang tidak tau mengenai awal mula kejadiannya. Namun ia mengatakan akan tetap membela warganya. 

"Kami selaku Kepala Desa hanya  ingin melindungi dan mengayomi warga kami dari ketidak adilan yang telah dilakukan oleh pihak Perhutani," katanya kepada Jatim Aktual.

"Seharusnya ketika ada transaksi jual beli dokumen (leter C) tersebut berubah dari nomor sekian ke nomor sekian. Dan kami melihat di dokumen (leter C) tidak ada perubahan, masih tetap atas nama warga Desa kami.  ," imbuhnya.

Al Walid juga menyatakan, bahwa lahan yang terletak di Dusun Krajan 3 milik warga Desanya memang berbatasan dengan lahan Perhutani.

"Lahan tersebut kurang lebih seluas 72 hektar yang dimiliki oleh 158 orang memang berbatasan dengan lahan milik Perhutani," jelasnya.

Selain itu, Basori, salah seorang warga Desa Sumber Waru mengatakan dirinya tidak pernah menjual lahannya kepada Perhutani. "Saya tidak pernah merasa menjual tanah kepada siapapun. Apalagi kepada Perhutani," katanya.

Dirinya mengaku pernah menyewakan sebidang tanahnya beberapa tahun silam.

"Waktu itu, sekitar sekitar 30 tahun yang lalu saya memang pernah disewakan kepada PT Blambangan Banyuwangi. Dan itupun akadnya hanya 5 tahun," ujarnya.

"Apapun caranya saya pribadi akan tetap berjuang mempertahankan hak saya," tambahnya.

Hal serupa juga dikatakan Suliman, warga desa tersebut. Ia mengaku bahwa tidak pernah melakukan transaksi jual beli lahan dengan siapapun.

"Kalau Perhutani tiba-tiba mengaku lahan saya telah menjadi miliknya. Jelas hal tersebut adalah penyerobotan. Sebab, saya tidak pernah merasa menjual lahan saya," paparnya.

Pewarta : Ade
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment