Talang Siring "Berduka", Pengunjung Kecewa.


JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- di hari yang kegita Hari Raya Idul Fitrih 1438 H ini, masyarakat dikecewakan dengan keadaan tempat wisata Talang Siring, yang merupakan tempat wisata yang sangat strategis dan menjadi banyak perhatian dari masyarakat daerah khususnya luar daerah, banyak masyarakat yang mengatakan, tak indah jika datang ke Pamekasan tak menghampiri tempat wisata Talang Siring.
Namun keindahan tersebut menjadi sia-sia dan sangat mengecewakan, dikarenakan kondisi talang siring tidak bisa dinikmati keindahannya, ntah itu dari konsep desainernya juga dari kondisi wisata yang kumuh dan tidak terawat.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pengunjung Rosidi (36) asal Burneh Bangkalan yang hendak ke pantai sembilan Sumenep dan masih menghampiri Talang Siring, dia merasa kecewa dan merasa sangat dirugikan, dengan kondisi Talang Siring yang tidak sesuai dengan Karcis Masuk dan Parkir.

"Saya sangat kecewa mas dan merasa sangat rugi, ternyata di Talang Siring seperti ini, Airnya kumuh, kotor dan yang paling parah, kondisi kolam dan air mancur yang kayaknya masih baru sudah mati, saya kesini merasa tertarik sekali, karna dilihat dari luar tertutupi oleh pagar besar, saya kira bagus, eh ....Ternyata nyampek dalam sangat mengecewakan dan tak ada yang saya kagumi, Apalagi saya harus bayar karcis bersama rombongan dan parkir". Tegasnya dengan nada kecewa dan tergesa-gesa

Selain itu Luthfiadi Aktivis Pamekasan juga menyoroti kondisi talang siring yang merupakan tempat wisata milik Pamekasan, tepatnya milik Pemkab Pamekasan, yang sangat tidak terawat dan dibiarkan terbengkalai dan terkesan buang-buang anggaran, pihaknya menilai Pemkab tutup mata terhadap tempat wisata di Pamekasan, yang merupakan aset terbesar untuk mengembangkan kota Pamekasan, ntah itu aset anggaran dan juga aset kemajuan dan pengenalan Pamekasan untuk tingkat Nasional.

"Pemerintah saat ini hanya mementingkan kekayaan dirinya sendiri, tidak memikirkan dan tidak mempelajari bagaimana cara mengembangkan aset Pemkab untuk lebih besar, padahal saya lihat tempat wisata merupakan aset terbesar untuk PAD di Pamekasan, tapi saya sangat kecewa sekali dengan kebodohan Pemerintah dalam berfikir, padahal anggarannya besar untuk pengembangan tempat wisata, dan juga tim konseptor atau konsultan saya nilai Bodoh, bodoh dan bodoh tidak kreative dalam memberikan keindahan terhadap tempat wisata di Pamekasan,". Tegasnya


"Apa sih fungsi dari pagar besar tersebut?, Apa sih fungsi dari kolam tersebut?, Pagar besar yang menghabiskan Ratusan Juta dan kolam air mancur tersebut menurut saya hanya asal-asalan apalagi sekarang Pagarnya sudah hancur dan air mancurnya mati, namun setelah saya konfirmasi ke pak Muhammad Kadispora dulu ada kendala dengan listrik dan sampai sekarang tidak berfungsi, saya nilai semuanya bodoh, ntah itu yang mengerjakan dan jugan tim konseptornya yang tidak tau memperindah tempat wisata, taunya asal sudah selesai, yang penting dapat untung dan bisa umroh". Tegasnya dengan nada kasar.
Percakapan Ismail SHi DPRD Pamekasan
Sementara Ismail SHi DPRD Pamekasan juga ikut berkomentar dengan mengirim foto di akun Facebook milik Luthfiadi saat meng Upload keindahan tempat wisata Brukoh Bajang Pakong, Pihaknya meminta foto kolam tersebut untuk di Viralkan.

"Viralkan Lek, Kolam apa ini maksudnya, tidak faham". Tulis Ismail SHi DPRD Pamekasan, dengan nada tegas dan singkat.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment