Surat Penolakan AUMA Kepada Bapak MENDIKBUD RI. Terkait Libur Sekolah (Hari Sabtu & Minggu)

Nomor : 055/B/AUMA/VI/2017  
Sifat : Penting
Prihal : Libur Sekolah Hari Sabtu & Minggu

  Kepada Yth.
           BAPAK MENDIKBUD RI
       di
       J A K A R T A

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji bagi ALLOH ( Tuhan alam semesta, Sholawat dan Salam senantiasa tercurahkan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad (. Semoga Bapak selalu mendapat perlindungan dan diberi kekuatan oleh ALLOH (. Amin.


Selanjutnya, menyimak rencana Mendikbud untuk melakukan kebijakan baru yakni meliburkan kegiatan belajar-mengajar pada hari sabtu dan minggu bagi siswa yang bersekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK), dan atau Sekolah yang sederajat, maka kami yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (AUMA) menyampaikan PENOLAKAN kebijakan tersebut dengan beberapa alasan:

Kebijakan tersebut tidak aspiratif dan menimbulkan kegaduhan baru di tengah-tengah masyarakat.

Mematikan madrasah-madrasah Diniyah yang selama ini telah terbukti sebagai lembaga pendidikan yang membentuk kematangan etika, moralitas dan karakter kebangsaan sebagai benteng pertahanan pancasila dan NKRI.

Kebijakan dalam dunia pendidikan, pemerintah kerap kali gonta-ganti konsep yang dipaksakan, bukan melakukan upaya peningkatan evaluasi terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.

Libur dua hari dalam satu minggu akan menambah peluang kenakalan remaja dan meningkatnya kecelakaan lalulintas.

Memberatkan wali murid untuk menambah biaya uang saku siswa karena bertambahnya jam belajar menjadi 8 jam per hari.

Tidak semua sekolah mampu melaksanakan kebijakan tersebut karena kondisi prasarana dan sarana serta geografis terutama di daerah pedalaman.

Demikian surat kami ini dibuat dan atas perhatian serta respon baiknya disampaikan terimakasih.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

         ALIANSI ULAMA MADURA



Tembusan disampaikan Kepada Yth:

Bapak Presiden RI di Jakarta
Pimpinan DPR RI di Jakarta

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment