Resensi: Mahasiswa Agen Polotik Negeri

Judul : Mahasiswa dalam Pergulatan Politik
Penulis : Ahmad Siboy & Herlianto
Cetakan : 1, 2014
Penerbit : Nirmana MEDIA
Tebal buku : xiv — 172 halaman
ISBN : 602-8298-22-0



Sejarah ada, dipelajari dan bukan untuk diulangi kembali.

Indonesia dalam pergulatan politik sangat memerhatikan mahasiswa untuk dijadikan kader yang memiliki modal intelektual dan cerdas dalam mencanangkan konsep-konsep yang dibutuhkan. Terutama pencanangan sistem struktur perpolitikan. Pasalnya mahasiswa selalu ikhlas menjalankan amanat penderitaan rakyat. Apabila pemerintah tidak lepas dari politik terdengar melakukan suatu tindakan terlepas dari kedaulatan. Maka, mahasiswa harus memilih turun aksi untuk menuntut pemerintah bersuara menyampaikan aspirasi demi menyelamatkan rakyat dari penderitaan.

Mahasiswa merupakan generasi muda yang belajar di jenjang yang lebih daripada masyarakat pada umumnya. Tetapi mahasiswa belum merasa cukup untuk mengandalkan suatu pengalaman yang dipelajari sebagaimana berada di Perguaruan Tinggi tanpa menjabatani organisasi baik intra maupun ekstra kampus.

Organisasi ekstra kampus, bagi mahasiswa telah diakui sebagai wadah atas penanaman intelektual dan untuk menggali informasi yang lebih luas. Terutama persoalan partai politik sepanjang masa kini kian memanas serta mahasiswa selalu menjadi pilihan objektif bagi pimpinan partai dalam kegiatan Pemilu.

Ada banyak golongan organisasi ekstra kampus yang diikuti oleh mahasiswa. Misalnya; PMII, HMI, KAMMI, dan sebagainya. Aktivis inilah menjadi daya pikat mahasiswa dalam perekrutan partai politik. Dengan adanya rekrukmen ini, konstelasi mahasiswa benar-benar menjadi pilihan politik terbaru yang disaksikan oleh tokoh-tokoh politik.

Mahasiswa sebagai agen perubahan yang peka terhadap permasalahan sosial atau rakyat kemudian mendorongnya untuk bertindak melakukan sebuh perubahan. Salah satu alasan di antaranya mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang paling lama mengalami pendidikan, mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik terpanjang angkatan muda.

Fakta saat ini mahasiswa tidak ada bedanya dengan masyarakat pada umumnya. Jika mahasiswa dianggap sebagai kelas yang beruntung karena punya kesempatan belajar sehingga memiliki banyak pengetahuan. Maka alasan tersebut dapat termentahkan dengan sendirinya karena memperkaya ilmu pengetahuan tidak harus di ruang kuliah atau di kampus besar dan mewah.

Mengingat pada orientasi dan komplikasi Negara mulai masa orde lama, orde baru, dan reformasi. Mahsiswa menobatkan Bung Karnoe sebagai presiden pertama Republik Indonesia. Namun, mereka juga meruntuhkan orde lama atas nama orde baru. Suharto dikukuhkan sebagai pengganti Bung Karnoe. Kemudian, mahasiswa pula yang melengserkan presiden ke-2 atas nama reformasi. Mereka sangat jijik dengan anarkisme yang merusak dan membuat rakyat tertindas di negeri ini. Oleh karenanya. Tindakan mahasiswa tersebut justru bukan asal melintas. Tapi, sangat berpegang teguh pada visi yang harus lahir dari benak mahasiswa yaitu “Revolusi”. Di sisi lain, semakin marak gerakan mahasiswa di bidang organisasi juga mahasiswa dapat bersedia antre mencalonkan diri untuk menjadi penguasa atau tokoh politik saat pendaftaran Pemilu.

Oleh:
ABDUL RAFI
Alumnus. PBSI, FKIP Universitas Islam Malang

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment