PERUBAHAN MORAL MAHASISWI DALAM MENGHADAPI MODERNISASI -->
Cari Berita

PERUBAHAN MORAL MAHASISWI DALAM MENGHADAPI MODERNISASI

Thursday, June 1, 2017

Sumber Foto Ilustrasi. Mahasiswa News
Oleh: Nurul Fadilah

JATIMAKTUAL, ARTIKEL, - Universitas adalah sebuah lembaga pendidikan tinggi dan riset, yang memberikan gelar dan akademis dalam berbagai mata pelajaran, dan universitas merupakan perusahaan yang menyediakan pendidikan sarjana dan pendidikan prasarjana. Kata universitas secara kasarnya  berarti “ komunitas guru dan ulama” 

Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang lebih menitikberatkan pada perubahan modernisasi seperti kaitannya dengan penyimpangan moral dan sistem nilai, siswa yang identik dengan pendidikan dan beraklah mulia mengalami perubahan yang diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya pengaruh teknologi, lingkungan kampus lain, dan pendidikan baik itu dari dalam kampus ataupun dari luar kampus. Salah satu akibat para mahasiswa mengalami masalah-masalah kesehatan mental yang mempengaruhi cara mereka berfikir dan brtindak. Hal ini bisa dilihat dari keseharian mahasiswa yang ada di kalangan kampus. Perubahan ini bukan berarti menjadi mahasiswa yang buruk, namun permasalahannya adalah jika para mahasiswa yang kesehariannya selalu dibimbing itu sudah terpengaruh oleh sisi negatif modernisasi.

Pada umumnya, mahasiswi pada masa moderen ini kesulitan dalam mengamalkan pelajaran-pelajaran yang sudah di pelajari di kampus, padahal kalau dilihat dari segi kecerdasan intelektualnya jauh lebih cerdas mahasiswa sekarang dari dari pada mahasiswi sebelumnya. Dan salah satu faktor penyebab perubahan sikap mahasiswi adalah pengaruh teknologi informatika yang semakin canggih, banyak sekali dikalangan mahasiswi yang sudah mengenal instagram, facebook, bbm, dan lain sebagainya, karena salah dalam penggunaannya. 

Mahasiswi akan lebih mudah terpengaruh oleh tipu muslihat orang-orang tak bernorma dan tidak bertanggung jawab. Seperti film porno, rusaknya akhlak, karena sebagian dari mahasiswi jauh dari pantauan orang tua. Jika tidak dibekali oleh iman yang kuat, niscaya lama-kelamaan secara otomatis mereka akan, terpengaruh oleh perilaku-perilaku yang bersifat amoral. Akibatnya para mahasiswi yang seharusnya menjadi rujukan bagi masyarakat dalam masalah pendidikan dan membuktikan pada masyarakat selain memiliki jabatan yang tinggi, mahasiswi juga bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Teknologi memang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari apalagi dalam dunia kampus, namun tidak semuanya cocok bagi mahasiswi. Ketika sudah menjadi sarjana mayoritas para kaum mahasiswi yang seharusnya digunakan untuk menyalurkan pelajaran-pelajaran yang di dapat dalam dunia kampus ataupun dari pondok kepada masyarakat, malah digunkan untuk suatu hal yang sama sekali tidak mengandung manfaat. Seperti mojok dengan yang bukan muhrimnya, dan larangan yang melanggar kode etik kampus dan juga hukum agama, sehingga kalangan masyarakat berpikiran buruk tentang mahasiswa, “ apakah itu hasil dari dunia pendidikan”.

Dalam hal ini tidak lepas dari peran orang tua, yang seharusnya memberikan batasan-batasan tertentu dalam penggunaan teknologi tersebut dan memberikan suatu motivasi agar anaknya tidak menggunakan alat tersebut untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Lingkungan juga sangat berpengaruh dalam perubahan seorang mahasiswi. Karena pada umumnya mahasiswa ataupun mahasiswi kebanyakan tidak ikut andil dalam kegiatan acara kampus. Dalam hal ini mayoritas mahasiswi menyalahgunakan momen liburan panjang pada hal-hal yang kurang etis. 

Seperti diketahui bersama bahwa media, berperan besar dalam pembentukan budaya masyarakat dan proses peniruan gaya hidup, tidak mengherankan pada masa sekarang adanya perubahan cepat dalam teknlogi informasi menimbulkan pengaruh negatif bagi kalangan mahasiswa ataupun mahasiswi, sehingga nilai moralpun mulai berkurang dikalangan kampus, meskipun pengaruh positifnya masih terasa. Kalau dapat diumpamakan mahasiswi masa kini sudah tertular dengan dengan gaya hidup barat. Hal ini terlihat pada sebagian mahasiswi mengikuti perkembangan mode dunia, mulai dari penampilan, meks over, gaya rok yang span, pakaian dan sebagainya. Melalui pengaruh ini, mahasiswi diajarkan untuk hidup boros dan menjadi tidak kritis terhadap persoalan sosial yang terjadi dimasyarakat karena terbuai dengan perkembangan zaman.