PENYEBAB MINIMNYA MINAT MAHASISWA STAIN MASUK KE PRODI BAHASA ARAB

Oleh: Agus Salim
Mahasiswa PBA STAIN Pamekasan
Mayoritas mahasiswa baru (maba)  enggan untuk masuk ke prodi bahasa arab karena  mereka sebelum masuk  ke prodi bahasa arab, mereka sudah beranggapan bahwa jika masuk ke prodi bahasa arab akan  mengalami kesulitan,  dan  mereka juga beramsumsi bahwa semua  mahasiswa yang masuk ke prodi bahasa arab itu adalah alumni pondok pesantren, akan tetapi kenyataannya tidak seperti itu, yang masuk ke prodi bahasa arab itu bukan cuma  alumni pondok pesatren saja  melainkan ada yang lulusan SMA dan MAN, karena sudah beranggapan sepereti itu  maka biasanya mereka  tersebut kurang minat  masuk ke prodi bahasa arab, dan  mereka biasanya  lebih  memilih  prodi yang lain.,Maka dari itu mereka tidak berminat masuk ke prodi bahasa arab karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa   tidak minat  masuk ke prodi bahasa arab
Pertama: tidak bisa  membaca teks berbahasa Arab
Kebanyakan  mahasiswa  kesulitan dalam  membaca teks Arab baik yang alumni pesantren maupun alumni SMA  dan  MAN  karena  biasanya kalau  mengambil prodi bahasa arab kitab yang di gunakan  itu menggunakan kitab yang tidak ada syakalnya, jadi mahasiswa  akan  mengalami  kesulitan dalam membaca teks Arab, apa lagi tidak semua mahasiswa  yang mengambil prodi bahasa Arab itu lulusan Pesantren, meskipun ada yang lulusan Pesantren. Cuma sedikit yang bisa membaca teks Arab dengan baik dan benar.  Karena tidak semua lulusan yang dari pesantren  itu bisa membaca teks arab dengan baik dan benar, akan tetapi ada juga yang alumni pesantren tapi tidak bisa membaca teks Arab meskipun tidak separah dengan mahasiswa yang bukan lulusan pesantren.

Kedua: malas untuk  menghafal mufrodat
 malas untuk  menghafal mufrodat adalah kendala yang sangat menonjol bagi kita semua, dan jikalau seseorang  ingin berbicara bahasa arab dengan fasih tapi mufrodatnya itu minim, maka ia akan merasa kesulitan dalam berbicara bahasa arab. Maka dari itu, supaya  kita tidak kesulitan dalam berbicara dan memahami bahasa arab kita harus memperbanyak menghafal mufrodat sebanyak- banyaknya yang tujuannya tidak ada lain  hanya  untuk memperlancar kita atau fasih dalam mengucapkan dan  memahami teks arab dengan baik dan benar.

Ketiga: Sulitnya menerjemah ke dalam bahasa Indonesia  kebanyankan mahasiswa itu sulit untuk menerjemahkan teks arab ke dalam  bahasa indonesia dengan baik dan benar, oleh sebab itu mahasiswa  yang ingin masuk kejurusan bahasa arab sebaiknya menghafal mufrodat sebanyak-banyaknya , dan harus bisa  memahami  ilmu nahwu, sharraf dan tarakibnya, dan sebab itulah biasanya mahasiswa yang dulunya berminat  masuk ke prodi bahasa  arab ketika sudah mendengar anggapan/isu-isu yang ada di kampus mengenai prodi bahasa arab maka mereka biasanya memilih prodi yang lain. Karena mereka biasanya beranggapan kalau mereka masuk ke prodi bahasa arab akan mengalami banyak kesulitan yang akan di hadapinya baik dari segi mufrodat,nahwu,sharraf, maupun  tarkibnya.

Setelah kita melihat beberapa faktor di atas dapat disimpulkan bahwasanya  mayoritas  mahasiswa stain itu sudah  pesimis, terbukti  mereka sudah menyerah sebelum bertanding,  mereka  sudah beranggapan   kalau  masuk  ke prodi bahasa arab mereka akan mengalami kesulitan, akan tetapi  yang sebenarrnya tidak seperti itu, karena faktanya saya sebagai mahasiswa stain prodi  bahasa arab bisa menempuh mata kuliah yang ada dengan baik.maka  dari itu saran penulis adalah sebagai mahasiswa stain sebaiknya  jangan melihat bahasa arab dari luarnya saja akan tetapi coba  masuk ke dunianya agar kalian bisa mengetahui fakta yang sebenarnya.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment