Pengeboran Air Bersih; Menjawab Keresahan Masyarakat


(17/06/17) JATIM AKTUAL, Bondowoso- Saat perencanaan pembangunan 2017, warga sudah usulkan pengadaan sarana air bersih karenan kerap kali menjadi maslah dan juga merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat desa, hal itu mereka usulakan saat musawarah dusun yang telah dilakukan di desa Tanggulangin Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (14/6/2017).

“Ketika musyawarah dusun yang dilakukan desa saat penggalian gagasan yang muncul di kalangan warga adalah bagaimana mengatasi kekurangan air bersih saat musim kemarau,” ujar Nuril Anwar Selaku Pendamping Lokal Desa, lokasi tugasnya di Desa Tanggulangin.

Lebih lanjutnya dikatakan, proses pengeboran air sudah melalui tahapan yang benar, yakni berdasarkan kebutuhan masyarakat yang saat kemarau kadang kala kekurangan air bersih membuat warga resah bahkan sempat ada yang pernah bertikai karena rebutan jadwal datangnya air.

Selain itu Mohamad Rizki Septiadi selaku Pendamping Desa Kecamatan Tegalampel menyampaikan, bahwa kegiatan pengeboran air ini adalah perioritas desa sehingga saat tahun anggaran 2017, pengeboran langsung didanai terlebih dahulu dengan Dana Desa. Namun, tidak mengenyampingkan kegiatan lain yang sudah menjadi rencana baik bangunan fisik dan non fisik.

Saat perencaan dan ditetapkan keputusan pengeboran air bersih, warga dan perangkat desa bahkan kepala desa masih mencari cara efektif agar pekerjaan yang telah ditetapkan tidak sia-sia, mengiat pengeboran air telah banyak dilakukan oleh desa lain namun hasilnya tidak berjalan dengan lancar, seperti kendala setelah dilakukan pengeboran airnya tidak keluar.

“Keresahan saya saat menetapkan titik pengeboran adalah saat gagal atau tidak keluar air karena sering terjadi pada desa lain,” ujar Zaenolla Efendi Selaku Kepala Desa Tanggulangin.

Oleh karena itu pihaknya  banyak melakukan konsultasi dan diskusi dengan perangkat desa sehingga akhirnya ada jalan keluar dan memiliki keyakinan bahwa kegiatan pengeboran ini bisa berhasil, yakni dengan cara mendatangkan ahli penyelidikan potensi air tanah dengan metode Geolistrik yang berasal dari Universitas Brawijaya Malang.

Dari hasil penelitian ahli tersebut akhirnya di Desa Tanggulangin terdapat 11 titik yang direkomendasi untuk dilakukan pengeboran dan memiliki potensi air yang cukup untuk di nikmati oleh masyarakat desa.

“Setelah dilakukan survey saya sangat yakin dan percaya diri untuk melakukan pengeboran air sehingga perioritas kegiatan ini disepakati bersama BPD dan perangkat desa untuk dimasukkan APBDesa tahun anggaran 2017,” ujar Ikhwan selaku Sekretaris Desa Tanggulangin.

Lebih lanjutnya Zainolla Kades Tanggulangin memetakan wilayah paling membutuhkan karena dari 11 titik yang sudah di rekomendasikan kekuatan desa hanya bisa membiayai 5 (lima) titik. Dari kemampuan tersebut kades melakukan musyawarah lagi dengan warga dan tokoh masyarakat untuk menentukan di titik mana saja yang akan digarap tahun ini.

Setelah  bermusyawarah dan mencapai mufakat maka desa mulai melaksanakan kegiatan penegboran air yang awali dari Rt 06 Rw 03 tepatnya di balai desa Tanggulangin, sejak kegiatan ini dikerjakan telah memakan waktu 15 hari untuk menyelesaikan kegiatan pengeboran, dengan waktu yang cukup lama hasilnya tidak membuat kecewa, yang pada akhirnya air pun bisa dinikamati oleh lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah langkah pertama yang menjadi testimoni berhasil tidaknya penyelidikan Potensi Air Tanah Dengan Metode Geolistrik mampu membuat tambah yakin dengan perencanaan desa tidak salah ambil jalan untuk mewujudkan serta menjawab keresahaan warga terhadap air,” ujar Suja’i selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di desa Tanggulangin.

Selain itu juga ada kesan yang disampaikan oleh warga sekitar yang merasa sangat senang dengan trobosan yang dilakukan oleh kelapa desa saat ini. “Saya bangga dengan kepala desa karena keresahan warga terkait kekurangan air sudah terjawab dengan melakukan pengeboran di beberapa lokasi,” ujar Hartono Rt 06 RW 03 selaku penerima manfaat air bersih.

Pihaknya juga mengatakan bahwa sebelum adanya sarana air bersi ia mengaku bersama istri mengambil air dengan menggunakan timba dan dengan jarak yang sangat lumayann jauh kurang lebih 2 kilo meter dilokasi pengambilan walau pun hasilnya sedikit, untuk memenuhi kebutuhan air maka saya dengan istri harus berbagi jadwal untuk mengisi air di rumah. Selain memakan waktu juga memakan tenaga sehingga, waktu kami kadang hanya tersita pada memenuhi kebutuhan air saja.

“Namun saat ini kami sangat tidak terbayang dihadapan kami ada bor air yang keluar dengan melimpah, sehingga kami tidak perlu jauh-jauh untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya,” Pungkas Sitti Munawarah juga salah satu warga penerima manfaat air bor yang sudah dilakukan.

Pendamping Ahli P3MD Bondowoso pun mengapresiasi kegiatan pengadaan air bersih ini. Pendamping Ahli Pelayanan Sosial Dasar Bondowoso Fathor Rahman mengungkapkan, kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat memang harus didahulukan. "Air bersih adalah salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jika kebutuhan dasar ini belum dipenuhi, maka  nonsens kita ngomong pengembangan dan pembangunan di bidang lain," Pungkasnya. (Arul)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment