PENGARUH ALAT PERMAINAN TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK

JATIMAKTUAL, ARTIKEL, - Bermain adalah kegiatan yang dilakukan secara sepontan karena disenangi dan sering tanpa tujuan tertentu, bagi anak bermain merupakan suatu kebutuhan yang perlu agar ia dapat berkembang secara wajar dan utuh menjadi orang dewasa yang mampu menyesuaikan dan membangun dirinya. Bermain bagian dari perkembangan anak dan alat permainan merupakan bagian dari lingkungan hidup anak.

Bagaimana seorang anak bermain dan bagaimana ia menggunakan mainan, hal itu ditentukan oleh tingkat perkembangannya, mainan yang sama dapat digunakan oleh anak-anak dari umur yang berbeda, tetapi maknanya berbeda-beda. Misalnya : bermain dengan balok-balok dapat dilakukan oleh seorang bayi (yang hanya memegangnya dan memasukkannya pada mulut), anak kecil dapat membuat deretan atau tumpukan dari balok tersebut tanpa tujuan tertentu, sedangkan anak yang lebih besar menggunakan imajinasinya untuk membangun sesuatu.

Kecuali usia anak, factor-faktor yang mempengaruhi permainan anak ialah factor kesehatan, kecerdasan , jenis kelamin, lingkungan, kebudayaan, status ekonomi, dan alat permainan yang tersedia. Alat permainan yang baik adalah yang menunjang perkembangan anak.

Di samping alat permainan pengalaman-pengalaman anak terutama hubungannya dengan orang lain menentukan bagaimana kemampuan bermainnya berkembang dan bagaimana mainan itu mempengaruhi anak. Lingkungan yang memberikan kemugkinan bagi si anak untuk memperoleh pengalaman kaya dari kehidupan sehari-hari dan dari hubungan si anak dengan orang lain, akan mempunyai dampak positif terhadap perkembangan anak termasuk perkembangan bermainnya. 

Salah satu asas dalam deklarasi hak-hak anak yang ditetapkan perserikatan bangsa-bangsa (Pbb) tahun 1959, menekankan pentingnya anak mendapatkan kesempatan penuh untuk bermain dan rekreasi yang harus diarahkan kepada tujuan yang sama seperti pendidikan, yaitu mengembangkan kemampuan, pertimbangan pribadi, serta rasa tanggung jawab morl dan social dan menjadi anggota masyarakat yang berguna. 

Hak-hak psikologis anak (yang ditetapkan di new York 1978) menyatakan bahwa seseorang perlu diberi kesempatan untuk berhayal karena bermain dan berhayal adalah kebutuhan interen dari anak melalui bermai dan berhayal kreatifitas anak dapat dipupuk.

Membeli alat permainan 
Beberapa factor yang perlu diperhatikan oleh pendidik maupun orang tua dalam menydiakan atau membeli alat permainan bagi ank ialah: 

Minat dan kebutuhan anak, alat permainan pertama-tama harus dapat menarik perhatian anak dan sesuai dengan kebutuhannya, sehingga ia senang bersibuk diri dengan mainan itu, dan tidak cepat bosan.

Mempunyai manfaat bagi perkembangan anak (fisikmotorik), intlektual, emosional, social/moral dan estetik (keindahan).
Memenuhi persyaratan lain, seperti tidak membahayakan tahan lama dan terjangkau oleh sebanyak mungkin pembeli.
 
Mainan yang baik haruslah cukup fleksibel dan penggunaannya untuk dapat dimainkan dengan bermacam-macam cara, sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama.  

Alat permainan yang baik dapat mendorong anak untuk melakukan aktivitas. Jika anak menggunakan mainan terjadi proses psikis (kejiaan), seperti pengamatan visual (penglihatan), auditif (pendengaran), penghayatan emosional dan pengalaman social, sehingga dapat dikatan bahwa mainan mempunyai efek untuk meningkatkan perkembangan anak. 
Mainan yang baik mempunyai nilai fungsional yang tinggi nilai fungsional ialah kemampuan dari suatu alat permainan untuk merangsang dan mendorong anak bermain, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang ia senangi dan menunjang perkembangan anak. 

Makna dari bermain.
Sering orang tua jika membeli alat permainan untuk anak hanya mempertimbangkan dari segi bagusnya mainan itu, bahannya,kuatnya, apa saja yang dapat dilakukan dengan mainan itu, serta harganya. Tetapi , mereka kurang melihat apakah alat permainan itu sesuai dengan tingkat usia anak, apakah sesuai dengan sifat-sifat anak.

Dari pengamatan serta pengalaman dan hasil penelitian para ahli dapat disimpulkan bahwa bermain mempunyai makna  sebagai berikut: 

Makna fisik 
Diamana bermain itu sendiri berfungsi untuk mengambangkan otot-ototdan melatih keterampilan motorik anak.

Makna sosial 
Melalui bermain seorang anak beljar bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain serta mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam hubungan tersebut.

Makana pendidikan 
Sekarang sudah banyak dipasarkan alat permainan edukatif yang dinilai mempunyai makna pendidikan bagi anak misalnya anak usia pra sekolah dapat belajar bentuk, warna, ukuran, jumlah dsb.

Makna alat pemainan 
Sejauh mana bermain dan alat permainan mempunyai dampak positif terhadap perkembangan agar tidak hanya tergantung dari jenis, kualitas dan jumlah alat permainan.

Lebih baik menyediakan alat permainan anak dalam jumlah yang terbatas sehingga tidak terjadi “overstimulation” dan anak lebih mudah menfokuskan perhatiannya pada beberapa mainan. Jika anak memiliki banyak mainan sebaiknya sebagian disimpan dulu baru dikeluarkan jika nampaknya sudah bosan dengan mainan-mainan yang ada.

By: Amielia Tri Suhartini
 (mahasiswi PBA VI Stain Pamekasan). 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment