PC PMII Situbondo Tolak PP No. 23 Tahun 2017

JATIMAKTUAL, SITUBONDO,- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Situbondo lakukan rapat bersama seluruh pengurus terkait PP no 23 tentang jam belajar sekolah untuk di advokasi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun jatimaktual.com, rapat tersebut di laksanakan di alun-alun Situbondo tepatnya dilesehan warung kopri mulai dari jam 20.00 wib 17/06/2017. Rapat ini di pimpin langsung oleh sekertaris ketua dua (Qusyairi El Yusuf ), dan dibuka oleh sahabat Najib selaku ketua 2 di bidang advokasi. 

PC PMII Situbondo dalam hal ini harus mengambil sikap tegas dan merapatkan barisan untuk mengkawal kebijakan dari mendikbud ini, demi menjaga tradisi yang ada di pesantren atau pun sekolah-sekolah Madrasah Diniyah. 

Menurut Hasan, "kebijakan Mentri pendidikan dan kebudayaan sangat tidak relevan untuk di terapkan di Situbondo, karena di Situbondo anak-anak selain sekolah di SD juga sekolah di madrasah dan mayoritas masyarakat Situbondo begitu tradisinya, dalam mendidik anaknya," tegas Hasan (ketua cabang).

Bagi ketua bidang advokasi, Pendidikan karakter dan penambahan jam sekolah ini 2 hal yg berbeda bukan berarti diterapkannya Kebijakan full day school dan masuk 5 hari dalam satu minggu ini menanamkan karakter yg lebih baik kepada peserta didik, anak-anak akan jenuh, dan peluang siswa siswi akan lebih banyak  untuk melakukan hal-hal yang negatif karna ada 2 hari waktu libur dalam 1 minggu, ucap Najib.

Jika kebijakan ini  didasari oleh asumsi, anak-anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya seharian penuh berpotensi besar untuk melakukan hal yang negatif, tentu ini tidak semuanya benar, masalahnya di suatu daerah khususnya di kabupaten Situbondo, daerah perkotaan hanya skala kecil jika dibandingkan dengan daerah pesisir, pedesaan, pegunungan dan lain-lain, maka dari itu hanya beberapa persen orang tua mereka yang bekerja seharian penuh dan selebihnya bekerja sebagai petani nelayan dan lain-lain yang sifatnya informal, yang masih mempunyai waktu cukup lama  untuk bersama anak-anaknya.

Kami  akan terus melakukan  gerakan yang masif jika kebijakan ini tetap dilanjutkan, kami tidak ingin kebijakan ini hanya sebagai uji coba, dan tidak mengikat, yang boleh dilakasanakan dan boleh tidak, dengan penuh hormat kami meminta agar rencana ini dibatalkan. Tegas Najib dalam rapat  di area stan kopri.

Pewarta : Joe
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment