Misi Perdamaian di Serambi Mekkah. -->
Cari Berita

Misi Perdamaian di Serambi Mekkah.

Saturday, June 3, 2017

JATIMAKTUAL,  OPINI, - Di tengah munculnya berbagai faham dan ideologi yang berkembang pesat di tengah masyarakat, tentu menjadi sebuah problematika tersendiri yang dapat mengancam posisi pancasila sebagai dasar Negara, nilai luhur yang terdapat di dalamnya sudah tidak terbantahkan lagi sebagai perekat seluruh elemen bangsa.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk membentengi masyarakat dari hegemoni ideologi luar yang mulai menggurita di negeri ini, hal itu bertujuan agar tidak ada perpecahan karena perbedaan.

Komunitas cinta damai (KCD),  sebutan untuk wadah pemuda yang bergerak dibidang pendidikan dan sosial, kembali berkesempatan untuk menghadiri sebuah dialog yang di kemas dengan pelatihan guru dan fasilitator 12 nilai perdamaian, yang berlangsung di Bungalows, Kab.Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (01/06/2017).

12 Nilai Perdamaian itu terdiri dari :
1. Aku bangga jadi diri sendiri.
2. Tidak ada curiga dan tidak ada prasangka.
3. Beda kebudayaan tetap berteman.
4. Beda keyakinan tidak ada permusuhan.
5. Laki-laki perempuan sama-sama manusia.
6. Kaya tidak sombong, miskin tidak minder.
7. Kalau gentlemen, tidak ada geng.
8. Indahnya perbedaan.
9. Konflik bikin kamu dewasa
10. Pake otak, jangan pakai otot.
11. Tidak gengsi takut salah.
12. Tidak pelit memberi maaf.

"Kami disini mengajarkan 12 nilai dasar perdamaian, para peserta terdiri dari 2 perguruan tinggi ternama di aceh, UIN Aceh dan UNSIA Aceh. Para peserta nantinya akan dipersiapkan untuk menjadi trainer, sehingga bisa melatih dan menyebarkan lagi tentang 12 nilai dasar tersebut, baik di kampus, sekolah maupun masyarakat. Agar bisa mewujudkan  kemaslahatan bagi ummat. "sebut taufik hidayat, selaku direktur KCD institute.

"Dalam waktu dekat kami juga akan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia dengan membawa misi perdamaian ini. Tentu dengan maksud dan tujuan yang sama. " imbuhnya.

Semoga dengan keinginan besar dari kami (KCD), dapat berdampak besar bagi masyarakat dan bisa membantu pemerintah dalam meredam berbagai faham dan ideologi yang mengancam masyarakat sekitar, sehingga masyarakat kita kembali hidup berdampingan secara tentram, aman dan damai. Tanpa ada cacian, makian apalagi penistaan.

Penulis. Sholehudin Ghazali