MEMBURU LAILATUL QADAR DIBULAN RAMADAHAN -->
Cari Berita

MEMBURU LAILATUL QADAR DIBULAN RAMADAHAN

Saturday, June 3, 2017

Oleh: Mutmainnah
(Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Pamekasan)

JATIMAKTUAL,  ARTIKEL,- Bulan Ramadhan merupakan bulan mulia yang mana dalam bulan Ramadhan dilipat gandakannya semua pahala. Dan dalam bulan Ramadhan ini terdapat sebuah malam yang istimewa, yang semua muslim menginginkan dapat bertemu dengan satu malam itu yaitu malam lailatul qadar ada empat pendapat ulama mengenai makna al_Qadar pertama, penepatan yang artinya malam Al-Qadar adalah malam penepatan Allah atas perjalanan perjalanan makhluk selama satu tahun. Kedua, pengaturan. Yakni pada malam turunnya Al-Qur’an, Allah Swt mengatur khittah atau strategi pada nabinya muhammad Saw., guna mengajak manusia pada kebajikan . ketiga, kemuliaan. Ini berarti, bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Qur’an pada malam yang mulia. Keempat, sempit. Yakni pada malam turunnya al-Qur’an, malaikat begitu banyak yang turun sehingga bumi menjadi penuh dan sesak.

Malam lailatul qadar disebut dengan malam kemuliaan, dimana Allah menurunkan berkah dan nikmat bagi semua hambanya yang sedang memuji dan mengharap ampunannya pada malam itu. Dan seorang hamba yang melakukan ibadah pada waktu itu dengan keadaan iman dan ikhlas maka pahalanya melebihi seorang yang setiap malamnya shalat hingga pagi hari dan disiang harinya berjihat dijalan Allah hingga sore hari. sebagaimana yang disebutkan dalam hadist, Imam Ibnu Jarir telah mengetengahkan sebuah hadist melalui Mujahid yang telah menceritakan bahwa dikalangan orang-orang Bani Israil sorang laki-laki yang setiap malam selalu shalat hingga pagi hari, kemudian pada siang harinya ia selalu berjihad melawan musuh-musuh Allah hingga sore harinya. Hal tersebut dilakukan selama seribu bulan secara terus-menerus. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

“lailatul Qadar (malam kemuliaan) itu lebih baik dari pada seribu bulan.” (Q.S. 97 Al-Qadar, 3)

Dan beribadah atau berbuat amal shaleh dimalam itu  lebih utama dari seorang laki-laki yang selalu menyandang senjatanya selama seribu bulan dalam berjihat dijalan Allah. Sebagaimana yang diceritakan dalam hadis Ibnu Abu Hatim dan Al-wahidi telah mengetengahkan sebuah hadist melalui mujahid yang telah menceritakan bahwasanya Rasulullah SAW. Pernah menceritakan tentang seorang lelaki dari kalangan Bani israil; menyandang senjatanya selama seribu bulan untuk berjuang dijalan Allah. Kaum muslim merasa takjub atas hal tersebut, maka Allah segera menurunkan Firman-Nya:

“ sesungguhnya kami telah menurunkannya (Alqur’an) pada malam kemuliaa. Dan taukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan”.(Q.S.97 Al-Qadar, 1-3)

Maka setelah kita mengetahui keutamaan  dari malam lailatul qadar selayaknya bagi kita ummat islam berlomba-lomba untuk bisa bertemu dengan malam Lailatul Qadar karena pada malam itu merupakan malam yang lebih mulia dari pada seribu bulan. Dan pada malam lailatul juga semua doa akan diistijabahi oleh Allah SWT.

Adapun untuk mengetahui waktu dalam menentukan malam Lailatul Qadar terdapat banyak riwayat. Sebagian menetapkan malam dua puluh bulan ramadhan ; sebagian menetapkan bulan dua puluh satu ; sebagian menetapkan salah satu malam dari malam-malam terakhir dibulan Ramadhan sesuai dengan hadist nabi Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim, Rasulullah bersabda:

  تَحَرَّوْا ليلةَ القدر في العشْرِ الأوَاخرِ من رمضانَ
“carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan”. dan sebagian lagi menyebutkan secara mutlak bahwa Lailatul Qadar itu pada semua malam bulan Ramadhan . jadi, malamLailatul Qadar itu terjadi pada salah satu malam dari seluruh malam  bulan ramadhan menurut riwayat yang lebih kuat.

Setelah kita mengetahui bahwa malam Lailatul Qadar itu tidak tentu karena masih banyak pendapat yang berbeda-beda dalam menentukan malam Lailatul Qadar setidaknya kita antisipasi setiap malam untuk selalu ibadah dan berbuat amalan shaleh pada setiap malam bulan Ramadhan. Karena bisa saja diantara malam-malam yang kita lalui merupakan malam Lailatul Qadar.
 
Nabi Muhammad SAW sabda:
من قامَ ليلةَ القدرِ إيمانا و احتسابا غُفِرَ لهُ ما تقدَّمَ منْ ذَنبهِ
“barang siapa melakukan shalat sunnah padamalam Lailatul Qadar karena iman dan ikhlas, maka diampunilah dosanya yang telah lalu.”

Dengan sabda nabi tersebut selayaknya kita sebagai ummatnya  dianjurkan untuk melakukan amalan shaleh dan mengharap ampunan atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan dengan perasaan iman dan ikhlas lillahi ta’ala.