Irwan, Lesty, Ulama' dan Gerbang Salam.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Kabupaten Pamekasan yang dikenal dengan ikon gerbang salam ini rupanya sudah mulai hilang kesaktiannya. Pasalnya di bulan suci Ramadhan ini, yangmana seharusnya masyarakat melakukan hal-hal yang berarti dengan khusuk beribadah kepada Allah, kini sudah terciderai dengan ada penyanyi dangdut Lesty D'Academi 1, yang bernyanyi di salah satu Desa di Kabupaten Pamekasan.

Namun, yang menjadi persoalan bagi kalangan masyarakat Kabupaten Pamekasan ini bukan masalah adanya dangdut, tapi mempertanyakan para Ulama' dan Media Pamekasan yang awalnya selalu mengecam kegiatan-kegiatan yang tak berbau Islam.

Seperti mengingat sebuah kegiatan yang mengundang penyanyi dangdut Irwan D'Academi 2 yang letakkan di Lapangan Sedang-dang Pamekasan, yangmana pada saat itu H-3 sudah mulai banyak Media-Media dan para Ulama' yang mengecam dan membuat isu bahwa, dengan adanya Irwan di Kabupaten Pamekasan ini, akan menciderai ikon gerbang salam.

Berbeda dengan adanya penyanyi dangdut Lesty D'Academi 1, yang pada saat itu Lesty sudah benar-benar nampak akan mencederai ikon gerbang salam dan mencederai bulan suci Ramadhan, karena pada saat itu Lesty menggunakan busana yang bisa di katakan dengan fullgar, berbaju dress yang sampai lutut dan juga tak menggunakan kerudung/hijab.

Berikut menurut komentar salah satu Aktivis Mahasiswa Pamekasan Luthfiadi, "Sekitar bulan april lalu Pamekasan menghadirkan Irwan Sumenep D'Academi 2, yang diletakkan dilapangan Sedang-dang Pamekasan, sebelum acara banyak kecaman dan isu akan digagalkannya konser Irwan karna diduga mengundang maksiat, salah satunya karna penonton akan bercampur pria dan wanita dll, Ntah itu kecaman dari ulama' dan pecinta kota gerbang salam".

"Sedangkan lesti artis yang bukan asal Madura harus dimeriahkan dengan konvoi dan penonton juga bercampur pria wanita serta menggunakan pakaian yang sudah jelas mengumbar aurat, dan diletakkan dibulan puasa, tapi kenapa ulama dan pecinta gerbang salam bungkam dan tidak ada komen serta tindakan? Apakah ia kota Pamekasan yang mempunyai icon gerbang salam saat ini sudah tidak sakti lagi ? Atau masyarakatnya sendiri perlu di tanyakan kenapa lebih suka membiarkan artis luar yang mengumbar aurat tampil di Pamekasan? Atau apakah ada oknom-oknom yang menyatakan sikap di konser Irwan sudah mendapatkan jatah dari panitia acara lesti??? Hal ini harus diluruskan agar keadilan dan icon gerbang salam tetap utuh dan tegak di garis porosnya," tegas Luthfiadi.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment