Hikmah Dibalik Musim Hujan Panjang

Oleh : Ulfatun B
Mahasiswi PBA STAIN Pamekasan

JATIMAKTUAL, ARTIKEL,- Setiap tahun musim saling bergantian antara musim hujan dan musim kemarau, disitulah para petani mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan rejeki yang berlimpah, karena setiap musim para petani berbondong – bondong pergi kesawah untuk mengelola sawahnya. Pada saat musim kemarau para petani kebanyakan menanam timbakau dan pada saat musim hujam para petani menanam padi, sehingga setiap tahunnya itu saling bergantian untuk mengelola sawanya, walaupun  ada juga para petani yang menanam selain padi dan timbakau, namun kebanyakan para petani menanam padi dan timbakau karena kedunya itu salah satu makanan pokok yang tidak mungkin di tinggal oleh orang petani.

Pada musim hujan ini, para petani padi, sangat berantusias sekali untuk menanam padi, dan itu dilakukan setiap tahun satu kali, pada saat musim hujan datang, sehingga para petani, merasa senang. Namun untuk tahun ini para petani mendapatkan dua kali lipat keuntungan, dalam mengelola padinya, karena tahun ini musim hujan sangat panjang sekali, yang biasanya para petani menanam padi hanya satukali, tapi saat ini para petani menanam dua kali dalam satu musim, akibat musim hujan panjang.

Kali ini musim hujan sangat panjang sekali dalam berganti musim kemarau, sehingga para petani padi sangat senang sekali, dengan adanya musim hujan tahun ini. Apalagi hujan sekarang ini turun dengan nurmal sekali, sehingga tanaman padi sangat baik, dan dapat dipanin sesuai dengan apa yang mereka inginkan, walaupun sebagian yang menanam padi kedua kalinya hanya sebagian saja, namun hal itu tidak mengurangi semangat petani yang menanam padi kedua kalinya.

Para petani yang mempunyai semangat untuk menanam padi kedua kalinya, hanya beberapa Desa saja, khususya di Desa yang sawahnya jauh dari sumber air, yang hanya mengadalkan hujan untuk menhidupakan tanamanya. Diantaranya di Daerah camplong, namun ada juga Desa yang lain yang menam dua kalilipat, dan hasilnyapun kebanyak lebih bagus dan lebih banyak dari pada tanaman sebelumnya, namun hasilnya itu kalau musim tidak nentu ini, kadang banyak kadang sedikit, dan kadang bagus kadang tidak, tapi hali ini perawatannya lebih sulit dari pada tanaman sebelumnya, karena penyakitnya itu kebanyakan burung – burung yang memang makanannya padi, dan itu jugak sebagai keluhan para petani.

Para petani tahun ini, sangat senang sekali, karena hasilnya sangat memuaskan, dan mereka sangat merasa puas, hasil yang mereka dapat, namun hal ini dampak hal yng nigatif terhadap para petani yang tidak menanam kedua kalinya, meraka merasa menyesal karenan tidak menanam padi kedua kalinya. Karena mereka pernah menanam tahun sebelunya dan hasilnya tidak memuaskan, sehingga mereka merasa psimis, maka dari itu mereka tidak menanam lagi.

Oleh sebab itu, seharusnya para petani itu jangan sampai ada kata menyerah, seperti apapun hasilnya, harus bisa menerima karena kita, bisanya hanya berusaha dan pasrah kepada yang maha kuasa. Hal ini berdasarkan dari firman Allah yang berbunyi : 
“Artinya : dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” [Ath-Thalaq]. Ayat ini sudah jelas bahwa kita hanya bisa bertawakal setelah kita sudah usaha. Ibnu qayyim berkata juga: Allah adalah yang mencukupi orang yang bertawakal kepadanya dan yang menyandarkan kepada-Nya, yaitu dia yang member ketenangan dari ketakutan orang yang takut. Dia adalah sebeik-baik pelindung kepada-Nya dan meminta pertolongan dari-Nya dan bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan melindunginya, menjaganya, dan barang siapa yang takut kepada Allah maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan dan Allah akan member kepadanya segala macama kebutuhan yang bermamfa’at [Taisirul Azizil Hamidh hal. 503].

Disitu sudah jelas bahwasannya orang bertakal akan diberi ketenangan, dan dicukupkan kebutuhannya, oleh sebab itu bagi para petani yang sudah kerja keras untuk menghasilkan yang maksimal, ternyata tidak sesuai dengan apa yang kalian inginkan, berarti merupakan kehendak Allah yang diberikan kepada mahkluknya.

Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment