HIBURAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Ditulis oleh: Anisatul Mutmainnah Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab(PBA)
Dalam kehidupan sehari-hari  tentunya manusia membutuhkan yang namanya hiburan. Sedangkan hiburan ialah segala sesuatu yang dianggap dapat menghibur dan menyenangkan. Dengan kata lain Hiburan merupakan salah satu cara untuk menghilangkan stres ataupun  cara seseorang merefresh otak dari banyak berfikir ataupun tugas. Karena pada hakikatnya manusia tidak selalu mengalami atau menghadapi suka, namun adakalanya juga akan dihadapkan pada sebuah perisiwa duka atau hal yang tidak diharapkan untuk datang. Oleh sebab itu hiburan itu sangat penting sekali.

Syeh ahmad bin Muhammad al-shawi mengistilahkan  hiburan dengan Lahwun dan   laghwun (untuk macam seni music seperti orkes dan lain-lain). Kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang sama yaitu “segala hal yang dapat menyibukkan seseorang sehingga dapat melupakan kepentingan dirinya sendiri”. Sedangkan permainan diistilahkan dengan “la’bun” yaitu segala hal yang yang dapat menyibukkan seseorang tanpa ada manfaatnya sama sekali terhadap keadaan diri ataupun hartanya. Hal ini diterangkan dalam kitab tafsir  al-Shawy juz 04 hal.119:
إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ أُجُوْرَكُمْ وَلاَيَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ (36)

Artinya: sesungguhnya kehidupan dunia hanyalaah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah Swt. Akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Q. S. Muhammad ayat 36)
Jadi dapat disimpulkan bahwa maksud dari ayat diatas seseorang yang memaknai permainan dan senda gurau yang disertai dengan iman dan bertakwa seperti halnya shalat,membaca al-qur’an atau melaksanakan amal kebaikan yang lain yang dijadikan sebagai alat permainan dan senda gurau maka, Allah akan memberikan pahala dan hartamu akan selamat.

Pada dasarnya hiburan dimasa modern dengan di masa rasulullah itu sangat jauh perbedaannya. Dizaman rasulullah istilah hiburan identik dengan mendekatkan diri kepada sang khaliq  seperti shalat, karena dengan itu hamba akan terasa lebih tenang  sebab kesulitan yang mengerumuni fikiran kita semakin berkurang. Dizaman sekarang shalat dijadikan sebagai kewajiban sehingga sangat sulit bahkan jarang sekali seseorang hamba yang menjadikan shalat sebagai alat hiburan. Dizaman sekarang ini seseorang mengistilahkan hiburan itu dengan rasa senang, terhibur, bahagia dan lain-lain yang kadang kala kewajiban tertindas dengan nikmatnya hiburan yang diutamakan oleh seorang masyarakat..

Secara umum, hiburan dan permainan yang sesuai dengan syariah islam wajib ada tiga syarat sebagai berikut:

Hiburan atau permainan harus halal secara syariah. Artinya tidak melenceng dari syariah islam  seperti olahraga, renang, lari dan sebagainya.

Hiburan atau permainan tidak boleh melalaikan kita dari kewajiban, misalnya kewajiban sholat, bekerja, menutup aurat, menuntut ilmu, berdakwah, dan sebagainya.

Hiburan atau permainan tidak boleh membahayakan, misalnya olahraga beladiri tanpa latihan yang benar, mendaki gunung tanpa persiapan fisik atau peralatan yang memadai dan sebagainya. Dari contoh tersebut tidak, karena dapat membahayakan badan kita.

Bahaya hiburan dan permainan
Banyak bahaya dibalik hiburan dan permainan antara lain:

Merusak atau melemahkan pemahaman terhadap ajaran islam. Seperti sinetron
Menjerumuskan pada yang haram
Melalaikan yang wajib
Menyia-nyiakan waktu
Membuang-buang harta. Seperti shoping.
Jadi hakikat hiburan yang sebenarnya dalam islam ialah hati yang dekat dengan Allah, Penguasa Alam Semesta, Penggenggam semua hati. Bukan dengan hiburan-hiburan yang dapat melalaikan kita terhadap kewajiban sebagai seorang hamba, namun hiburan yang sebenarnya ialah hiburan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, yaitu dzikrullah.

Hiburan yang dapat mendekatkan kita pada Allahlah yang dapat membawa ketentraman di hati, dan kebahagiaan dan semangat baru dalam menjalani hidup. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan perang pemikiran dalam bidang hiburan yang disuguhkan saat ini, karena banyak media yang mencekoki kita bahwa hiburan adalah film-film atau acara-acara di televisi dan lain sebagainya yang berdampak buruk bagi kita. Dan kita harus pandai dalam memilih dan memilah suatu permasalahan seperti  halnya hiburan yang masyarakat salah kaprah dalam memaknai hiburan yang sebenarnya.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment