Dr. H. Saeful Bahar : Menganjurkan Pada Pemuda, NU Patut di Contoh Dalam Memagang Teguh Pancasia -->
Cari Berita

Dr. H. Saeful Bahar : Menganjurkan Pada Pemuda, NU Patut di Contoh Dalam Memagang Teguh Pancasia

Thursday, June 1, 2017

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- Salah satu penggagas Rumah Pancasila, Dr. H Saeful Bahar menganjurkan kepada para pemuda serta Mahasiswa agar dapat mencontoh NU didalam mamandang dan memegang teguh Pancasila, hal itu disampaikan didepan forum sarasehan Rumah Pancasila dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, 1 Juni yang diselenggarakan di Paseban monumen Gerbong maut Alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso, Rabu (31/5/2017).

Turut hadir dalam acara tersebut sahabat Dr. H. Saeful Bahar ketua Dewan Pendidikan Bondowoso, kawan Sinung Sudrajad salah satu anggota DPRD Bondowoso dari fraksi PDIP, Miftahul Huda, Ketua PMI Bondowoso, segenap OKP aktivis Mahasiwa baik PMII, GP. Ansor, Banser, GMNI, dan HMI Bondowoso.

"Keseriusan memandang dan memegang teguh Pancasila merupakan bekal dalam menjaga keutuhan Nagera, khususnya seperti yang telah dipraktekan oleh NU dalam memandang dan menjaga Pancasila", Kata H. Syaeful Bahar, saat sambutan Sarasehan di Rumah Pancasila.

Tradisi Tahlelan, Lanjut Bahar,  yang sering dilakukan dikalangam warga Nahdliyyin merupakan logika dasar bagaimana NU mencontohkan dalam memperaktekan Pancasila secara nyata, didalam ritual Tahlilan tersebut menunjukan bagaimana tidak adanya praktek-prakten perbedaan kelas dan derajat sebagai prasyarat untuk mengikutinya.

Menurutnya, NU telah banyak berkontribusi dalam pembangunan Negara republik Indonesia seperti yang telah dilakuka oleh para kiyai-kiyai sepuh yang ikut serta menjaga keutuhan NKRI dengan memegang teguh Pancasila.

Dia juga mengatakan jika pemuda tidak memegang teguh Pancasila sebagai falsafah bangsa, maka ini merupakan cikal baka kehancuran negara, adanya pemuda yang bergabung dengan kelompok-kelompok radikal merupakan salah satu ciri pudarnya keyakinannya pada Pancasila, selain itu persoalan ketidak adilan yang telah dipraktekan oleh para pejabat negara telah menjadi pupuk segar sebagai legitimasi bagi kelompok radikal yang ingin merubah ideologi negara Indonesia.

Sinung Sudrajat, salah satu DPRD Bondowoso  menambahkan, bawah ideologi Pancasila merupakan pembahasan yang sudah tidak layak diperdebatkan, Pancasila merupakan keputusan yang sudah final dibahas, disepakati dan ditetapkan sebagai ideologi negara Indonesia oleh bapak para pendiri bangsa. Menurutnya pasca lahirnya Pancasila sampai saat ini tetap sakti sebagai falsafah bangsa.

Selain itu Miftahul Huda, ketua PMI Bondowoso menambahkan, bahwa berbica Pancasila saat itu ia tidak begitu tertarik, karena Pancasila dijadikan oleh doktri dan legitimasi kekuasaan pada zaman orde baru, hal itu karena berangkat dari pengalamanya saat menjadi ketua ranting IPNU yang kala itu mengadakan acara kemudia dihentikan oleh dua orang aparat desa kerena tidak berizin.

Dalam membangun kecintaan kepada Pancasila seyogyanya harus menggunakan pendekatan aplikatif, tentunya Pancasila bukan hanya sekedar selogan saja, namun seharusnya agar dapat dicontohkan oleh para pemerintahan kita sebagai pemimpin bangsa, dan dari hal tersebut maka Pancasila sebagai falsafah bangsa akan dicintainya.

Penulis : BHR
Editor : Faisol